Jawa Pos Radar Majapahit - Tari Bedaya Putri Mojo Sakti merupakan salah satu karya pertunjukan terbaru dari Mojokerto yang menegaskan bahwa seni tradisional masih dapat berkembang di tengah perubahan zaman.
Tarian ini dirancang sebagai bentuk kebudayaan daerah yang baru, namun tetap berakar pada nilai-nilai dan estetika klasik yang terinspirasi oleh sejarah Majapahit. Bedaya Putri Mojo Sakti tidak hanya menjadi sarana ekspresi seni, tetapi juga menjadi representasi visual mengenai citra perempuan dalam budaya Jawa Timur.
Dari segi struktur, tarian ini mengadopsi format bedhaya sebuah bentuk tarian keraton yang dikenal dengan pola gerakan lambat, ritmis, dan penuh ketenangan. Walaupun tidak sepenuhnya meniru gaya bedhaya Yogyakarta atau Surakarta, Bedoyo Putri Mojo Sakti masih mempertahankan prinsip-prinsip dasarnya, keseimbangan, harmoni, dan kesucian gerakan. Setiap langkah kaki dan gerakan tangan dirancang dengan cermat, memerlukan penari untuk memiliki kontrol tubuh yang tegas serta kelembutan ekspresi yang berkelanjutan.
Ciri khas dari tarian ini terlihat pada koreografi yang menekankan garis-garis tubuh yang halus, gerakan tangan yang berputar, serta formasi yang teratur. Para penari melaksanakan gerakan dalam tempo lambat yang terukur, menghasilkan kesan anggun dan khidmat. Gerakan tersebut disusun untuk menggambarkan karakter perempuan yang lemah lembut namun memiliki kekuatan batin,sebuah interpretasi modern dari nilai-nilai tradisional.
Baca Juga: Bunyikan Gong! Sistem Peringatan Gempa Pertama di Era Majapahit
Aspek pakaian menjadi salah satu daya tarik utama. Kostum penari menggabungkan elemen klasik Majapahit dengan sentuhan modern. Kain batik, stagen, dan aksesori kepala dijaga untuk memperkuat identitas budaya, sementara pilihan warna pastel menjadikan penampilan lebih relevan dengan estetika pertunjukan masa kini. Hasilnya adalah visual yang elegan dan mudah dikenali sebagai karya khas Mojokerto.
Musik pengiring tari ini juga dipilih dengan seksama. Nada lembut gamelan menjadi dasar, dipadukan dengan komposisi yang disesuaikan agar terasa lebih modern namun tetap mempertahankan unsur tradisi. Irama yang mengalun pelan membantu para penari menjaga ritme dan menciptakan suasana syahdu. Musik tersebut tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang, tetapi juga sebagai elemen naratif yang memperdalam setiap gerakan.
Ketika dipentaskan, Bedoyo Putri Mojo Sakti umumnya ditampilkan oleh sekelompok penari perempuan yang berasal dari tingkat SMA hingga sanggar daerah. Penampilan massal yang pernah dipersembahkan dalam ManiFest membuat tarian ini semakin dikenal, terlebih karena menampilkan keselarasan gerakan ratusan penari dalam satu komposisi yang sama. Konsistensi formasi besar tersebut menunjukkan tingkat disiplin yang tinggi, sembari menegaskan kualitas koreografi yang terukur.
Baca Juga: Keris Nogososro, Pusaka Sakti dan Penolak Bala Kerajaan Majapahit
Makna inti dari tarian ini berkisar pada representasi perempuan sebagai sosok yang memiliki dua aspek identitas: kekuatan dan kelembutan. Namun dalam artikel ini, penekanan ditujukan pada penyampaian tarian sebagai sebuah karya seni. Gerakan yang terorganisir, busana yang bermakna simbolis, dan musik yang terstruktur menunjukkan bahwa Bedhaya Putri Mojo Sakti dirancang secara artistik, melampaui sekadar seremonial.
Dari perspektif seni pertunjukan, tarian ini berhasil menghadirkan kembali elemen-elemen klasik Majapahit ke dalam bentuk yang sesuai dengan panggung modern. Ia tidak terjebak dalam nostalgia, namun juga tidak lepas dari akar tradisi. Inilah yang membuatnya menonjol: sebuah tarian baru yang berdiri di antara masa lalu dan masa kini dengan komposisi yang matang.
Tari Bedoyo Putri Mojo Sakti saat ini menjadi salah satu simbol seni dari Mojokerto yang menunjukkan bahwa tradisi tidak harus dipertahankan secara kaku. Tradisi tersebut dapat diteruskan, diubah, dan dipersembahkan dalam cara yang sesuai untuk generasi yang lebih muda. (Okta)
Editor : Martda Vadetya