Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Keris Nogososro, Pusaka Sakti dan Penolak Bala Kerajaan Majapahit

Imron Arlado • Jumat, 7 November 2025 | 01:45 WIB
Keris Nogososro, pusaka legendaris Majapahit berliuk 13 dengan motif naga lengkap, dari kepala hingga ekor, termasuk mulut naga yang menggigit batu intan, yang meningkatkan kesakralan.
Keris Nogososro, pusaka legendaris Majapahit berliuk 13 dengan motif naga lengkap, dari kepala hingga ekor, termasuk mulut naga yang menggigit batu intan, yang meningkatkan kesakralan.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Keris Nogososro adalah pusaka legendaris yang berasal dari zaman Kerajaan Majapahit, konon dikenal sebagai keris paling sakti di wilayah Jawa.

Keris ini dibuat pada masa pemerintahan Raja Brawijaya V (1466–1478) oleh Mpu Sedayu, yang lebih dikenal sebagai Empu Supo Mandrangi.

Pusaka ini memiliki nilai sejarah yang tinggi dan diyakini memiliki kekuatan magis luar biasa, yang diberikan kepada pemiliknya sebagai simbol kekuasaan dan perlindungan.

Keris Nogososro memiliki bentuk unik dengan liuk sebanyak 13, yang melambangkan kekuatan spiritual. Keris ini dihiasi dengan motif naga lengkap, dari kepala hingga ekor, termasuk mulut naga yang menggigit batu intan, yang meningkatkan kesakralan dan nilai magisnya.

Selain itu, keris ini memiliki 1.000 sisik yang diyakini sebagai simbol penolak 1.000 bencana yang mungkin menimpa Kerajaan Majapahit.

Keindahan keris ini juga terlihat dari hiasan emas dan berlian yang mempertegas statusnya sebagai pusaka kerajaan yang mampu melindungi dan menolak bala.

Sejarah pembuatan Keris Nogososro bermula ketika Kerajaan Majapahit mengalami masa sulit. Setelah perang saudara yang berkepanjangan dan masa paceklik yang menyebabkan kesulitan rakyat, kondisi politik semakin tidak stabil.

Para pejabat kerajaan saling berebut kekuasaan, sementara kerajaan bawahan mulai memberontak, khususnya Kerajaan Blambangan yang terlibat dalam perang melawan ibu kota Majapahit.

Dalam situasi genting inilah Raja Brawijaya V memerintahkan Mpu Supo Mandrangi untuk membuat sebuah pusaka sakti untuk meredam bencana dan mengembalikan keamanan kerajaan.

 

 

Keris ini tidak hanya menjadi barang pusaka biasa, tetapi juga simbol kekuatan dan kebijaksanaan bagi pemimpin sejati.

Keris Nogososro sangat dicari oleh para pendekar, tokoh masyarakat, dan penguasa karena diyakini mampu memberikan kekuatan ajaib dan perlindungan dari bahaya.

Hanya penguasa sejati yang layak memiliki keris ini sebagai pegangan sekaligus penopang kekuasaannya.

Selain sebagai penolak bala, keberadaan Keris Nogososro juga memiliki nilai filosofis yang dalam, termasuk keterkaitan antara kekuatan spiritual, perlindungan, dan kepemimpinan.

Keris ini menjadi warisan budaya dan sejarah yang secara simbolik melambangkan perjuangan dan kebijaksanaan dalam menjaga kedaulatan kerajaan.

Keunikan bentuknya dan nilai magisnya menjadikannya bukan hanya pusaka fisik, tetapi juga simbol kekuatan dan semangat juang leluhur zaman Majapahit yang tak pernah pudar seiring waktu.

Keberadaannya mengingatkan pentingnya menjaga warisan nenek moyang, bukan hanya sebagai simbol kekuatan fisik, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi, seni, dan filosofi kebijaksanaan yang diwariskan kepada generasi sekarang dan masa depan.

 

 

Sampai saat ini, tidak ada yang tahu secara pasti di mana letak Keris Nogososro asli. Namun, tiruan dari keris tersebut banyak beredar di masyarakat, dan sering dijual belikan dengan harga yang cukup tinggi. (RIZMA/Devi)

Editor : Martda Vadetya
#penolak bala #Pusaka #Empu Supo Mandrangi #keris nogososro #Raja Brawijaya V #kerajaan majapahit