Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Misteri dan Sejarah Pintu Gerbang Majapahit yang Masih Kokoh di Pati Jawa Tengah

Imron Arlado • Rabu, 5 November 2025 | 02:25 WIB
Di daerah Pati terdapat Pintu Gerbang Majapahit yang diperkirakan telah berdiri sekitar 700 tahun.
Di daerah Pati terdapat Pintu Gerbang Majapahit yang diperkirakan telah berdiri sekitar 700 tahun.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Di daerah Pati, yang terletak di Jawa Tengah, terdapat sebuah situs bersejarah yang menarik perhatian banyak orang, yaitu Pintu Gerbang Majapahit yang diperkirakan telah berdiri selama sekitar 700 tahun.

Gerbang ini bukanlah hanya sekadar warisan fisik dari Kerajaan Majapahit yang pernah berkuasa di Nusantara, tetapi gerbang ini juga menyimpan cerita legendaris yang berkaitan erat dengan dinamika sosial serta budaya masyarakat lokal.

Pintu gerbang yang terletak di Dukuh Rendole, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo ini dibangun dari kayu jati yang sangat kuat dan tetap berdiri tegak meskipun telah dilalui oleh berabad-abad.

 

 

Gerbang ini dihiasi dengan berbagai ukiran artistik yang menyampaikan kisah pada masa Majapahit, termasuk relief kepala raksasa yang diyakini mewakili Patih Gajah Mada, tokoh legendaris yang pernah mempersatukan Nusantara melalui sumpah palapanya.

Dalam mitos yang beredar, pintu gerbang tersebut awalnya berasal dari Kerajaan Majapahit, tepatnya dari daerah Mojokerto yang merupakan pusat pemerintahan kerajaan itu. Terdapat kisah menarik yang mengaitkan gerbang ini dengan Sunan Muria, salah satu wali songo yang berkontribusi besar dalam penyebaran agama Islam di Jawa.

Dalam sebuah legenda, Sunan Muria pada suatu waktu meragukan kemampuan anaknya, Raden Bambang Kebo Nyabrang, yang dibesarkan oleh kakeknya dan tidak diakui oleh Sunan Muria.

 

 

Untuk membuktikan kemampuannya, Raden Bambang Kebo Nyabrang diperintahkan oleh Sunan Muria untuk mengambil Pintu Gerbang Majapahit itu dan membawanya ke sebuah gunung yang bernama Gunung Muria sebagai pintu masjid.

Namun, perjalanan untuk membawa gerbang ini tidak sampai ke tujuan karena berbagai rintangan dan bahkan perang yang terjadi, sehingga gerbang tersebut dikabarkan hanya sampai di daerah Pati dan akhirnya diletakkan di Desa Muktiharjo.

Saat ini, gerbang Majapahit tersebut dilindungi sebagai warisan budaya oleh pemerintah Kabupaten Pati dan menjadi sebuah destinasi wisata edukasi yang penting bagi penduduk setempat serta pelajar yang ingin mempelajari sejarah kerajaan Majapahit serta perkembangan budaya dan agama di tanah Jawa.

Meskipun gerbang tersbeut telah berusia ratusan tahun, keistimewaan gerbang ini masih terjaga dan keberadaannya menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah dan budaya Nusantara.

 

 

Pengelola setempat dan juru kunci gerbang menyatakan bahwa gerbang ini memiliki nilai spiritual yang diyakini oleh sebagian masyarakat, termasuk adanya khodam atau penghuni gaib pada pintu kayu jati tua tersebut, dan penghuni hal tersebut dianggap sebagai simbol perlindungan dan kekuatan yang diwariskan sejak zaman Majapahit.

Dengan semua sejarah dan legenda yang menyertainya, Gerbang Majapahit di Pati menjadi simbol penting dari kejayaan masa lampau serta penghubung antara masyarakat modern dan akar budaya serta sejarah bangsa.

Upaya untuk melestarikan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya edukasi di sekitar gerbang ini terus dilakukan, agar generasi masa kini dan generasi yang akan datang bisa memahami dan menghargai warisan sejarah yang bernilai tinggi ini. (Dzafir Kirana Adelia)

Editor : Martda Vadetya
#pati #ditemukan #Gerbang #majapahit #tahun #diperkirakan #jawa tengah #700 #di #Berusia