Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Konflik Istana dan Kecerdikan Politik Raden Wijaya di Majapahit

Imron Arlado • Rabu, 5 November 2025 | 01:52 WIB
Raden Wijaya, pendiri Majapahit yang merupakan sosok penting dalam sejarah politik Kerajaan Majapahit.
Raden Wijaya, pendiri Majapahit yang merupakan sosok penting dalam sejarah politik Kerajaan Majapahit.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit, yang dikenal sebagai kerajaan terkemuka di kawasan Nusantara pada abad ke-13 hingga 15, tidak luput dari adanya sebuah pergeseran dalam internal serta konflik politik yang signifikan.

Pertikaian ini menjadi salah satu aspek yang mencerminkan pentingnya dinamika pemerintahan, dan taktik politik yang diterapkan oleh para pemimpin untuk mempertahankan kekuasaan dan stabilitas kerajaan.

Raden Wijaya, pendiri Majapahit, merupakan sosok penting dalam sejarah politik kerajaan ini, saat berusaha untuk membangun kerajaannya, Raden Wijaya berhadapan dengan sejumlah tantangan, termasuk permasalahan internal yang cukup tajam.

 

 

Salah satu pemberontakan yang mengganggu ketentraman kerajaan dipicu oleh Ranggalawe, seorang pejabat penting yang merasa diperlakukan tidak adil serta diabaikan oleh Raden Wijaya terkait pengangkatan pejabat tinggi.

Kekecewaan ini mengarah kepada perlawanan terbuka terhadap Raden Wijaya, menunjukkan betapa rumit dan penuh tantangan situasi politik pada saat itu.

Dalam menghadapi permasalahan yang sedang dialaminya, Raden Wijaya juga memperlihatkan kecerdikan yang dimilikinya dalam menerapkan berbagai strategi politik.

Salah satu taktik pentingnya adalah membebaskan Gayatri, seorang bangsawan yang menyamar sebagai rakyat biasa untuk menghindari risiko politik, tindakan ini mencerminkan bahwa selain kekuatan militer, penggunaan strategi diplomasi dan manipulasi politik sipil adalah faktor kunci dalam manajemen kerajaan Majapahit.

 

 

Peran Mahapatih Gajah Mada juga menonjol dalam konteks politik kerajaan, sebagai tokoh dengan posisi penting setara wakil presiden modern, Gajah Mada merumuskan sebuah visi penyatuan Nusantara melalui sumpah Palapa yang terkenal.

Pendekatan politik Gajah Mada menjadi dasar utama untuk memperluas wilayah, dan mengokohkan Majapahit sebagai pusat kekuasaan.

Meski demikian, keadaan di istana tidak selalu berjalan harmonis, ketegangan antara para bangsawan dan pejabat tinggi di Majapahit menjadi hal yang umum yang dihadapi oleh para raja dan pemimpin.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kerajaan ini besar dan berpengaruh, stabilitas politik selalu menghadapi tantangan dari konflik internal maupun kekuatan dari luar.

 

 

Dalam karyanya, penggubah kakawin Nagarakretagama, Mpu Prapanca, menggambarkan pujian serta pandangan objektif mengenai kepemimpinan raja Majapahit yang dituntut untuk mampu menyelesaikan berbagai permasalahan internal agar visi kerajaan tetap terjaga.

Dalam sejarah Majapahit, politik dan konflik menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membentuk wajah kerajaan ini hingga mencapai masa puncaknya.

Dari konflik pemberontakan hingga strategi penyamaran yang dilakukan oleh bangsawan serta cita-cita untuk menyatukan wilayah Nusantara.

sejarah Majapahit menawarkan pelajaran berharga mengenai kompleksitas dinamika kekuasaan dan manajemen politik yang cerdas serta visi jauh ke depan yang berpengaruh terhadap perjalanan sejarah Nusantara selanjutnya. (Dzafir Kirana Adelia/Wulandari)

Editor : Martda Vadetya
#pemerintahan #bangsawan #Raden Wijaya #mahapatih gajah mada #konflik #strategi #negarakertagama #Sumpah Palapa #ranggalawe #nusantara #kerajaan majapahit #politik #mpu prapanca #pemberontakan