JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan terbesar yang pernah ada di Nusantara. Kerajaan ini didirikan pada tahun 1293 M di Trowulan, Jawa Timur. Majapahit menjadi simbol kejayaan peradaban Jawa dan Indonesia kuno.
Kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada abad ke-14, dan di balik masa gemilang tersebut, ada sejumlah raja yang memerintah lama serta meninggalkan warisan besar untuk sejarah Indonesia.
Dari sekitar belasan pemimpin Majapahit, terdapat lima raja yang dikenal karena masa pemerintahannya yang relatif lama, berikut daftarnya:
- Raja Hayam Wuruk (1350–1389)
Hayam Wuruk, juga dikenal sebagai Rajasanagara, adalah raja yang paling lama memerintah, sekitar 39 tahun. Di bawah kepimpinannya, Majapahit mencapai puncak kejayaan dan menjadi kerajaan maritim terkuat di Asia Tenggara.
Masa pemerintahannya dijalankan dengan tertib, ekonomi berkembang, dan hubungan diplomatik dengan kerajaan tetangga berjalan baik.
Hayam Wuruk memimpin bersama Mahapatih Gajah Mada yang bermimpi menyatukan Nusantara melalui Sumpah Palapa.
Masa itu, Majapahit dikenal makmur dan menjadi pusat perdagangan rempah, hasil pertanian, serta budaya. Seni, sastra, dan hukum berkembang pesat, menandai puncak kejayaan politik dan budaya kerajaan.
- Raja Wikramawardhana (1390–1428)
Wikramawardhana adalah menantu dari Hayam Wuruk yang naik takhta ketika masa kejayaan kerajaan mulai menurun. Ia memerintah selama sekitar 38 tahun, salah satu masa pemerintahan terpanjang dalam sejarah Majapahit.
Namun, masa pemerintahannya diselimuti oleh perang saudara besar yang disebut Perang Paregreg antara Majapahit Barat dan Majapahit Timur.
Perang ini melemahkan struktur politik dan ekonomi kerajaan, menyebabkan pengaruh Majapahit di luar Jawa semakin berkurang.
- Raja Girindrawardhana Dyah Ranawijaya (1486–1517
Girindrawardhana Dyah Ranawijaya adalah salah satu raja terakhir Majapahit yang memerintah selama 31 tahun. Ia naik takhta setelah mengalahkan Brawijaya VI dalam perang saudara yang memecah kekuatan istana.
Meski memerintah cukup lama, masa kekuasaannya diwarnai kemunduran besar. Pengaruh kerajaan semakin melemah karena konflik internal dan munculnya Islam di pesisir utara Jawa, khususnya Kesultanan Demak.
- Ratu Tribhuwana Tunggadewi (1328–1350)
Tribhuwana Tunggadewi adalah satu-satunya ratu yang memerintah cukup lama di Kerajaan Majapahit. Ia menggantikan posisi Jayanegara dan memerintah selama 22 tahun.
Selama masa pemerintahannya, muncul tokoh penting Mahapatih Gajah Mada yang berjanji untuk menyatukan Nusantara melalui Sumpah Palapa. Dengan kekuasaan Tribhuwana, wilayah Majapahit semakin luas dan kestabilan kerajaan semakin kuat.
Ia dianggap sebagai pemimpin bijaksana yang membawa Majapahit bangkit kembali setelah masa konflik di masa pemerintahan sebelumnya. Dari masa jabatannya lahir Hayam Wuruk, raja terbesar dalam sejarah Majapahit.
- Raja Jayanegara (1309–1328)
Jayanegara adalah raja kedua Majapahit, putra dari pendiri kerajaan, Raden Wijaya. Ia memerintah selama 19 tahun.
Masa pemerintahannya dihadapkan dengan banyak pemberontakan, termasuk dari Nambi dan Ra Kuti, yang menunjukkan ketegangan di dalam pemerintahan Majapahit setelah Raden Wijaya wafat.
Jayanegara dikenal sebagai raja yang hati-hati tetapi terkesan lemah dalam mengambil keputusan. Meskipun begitu, masa pemerintahannya penting dalam mempertahankan eksistensi Majapahit di awal-awal.
Ia berakhir tragis karena dibunuh oleh tabib istananya sendiri, Tanca, yang kemudian dihukum mati. Kepemimpinan setelahnya dilanjutkan oleh saudara tirinya, Tribhuwana Tunggadewi. (RIZMA/Devi)
Editor : Martda Vadetya