Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Begini Sosok Kebo Anabrang, Komandan Muda Ekspedisi Pamalayu yang Membawa Awal Kejayaan Maritim Nusantara

Imron Arlado • Minggu, 2 November 2025 | 05:00 WIB

 

Kebo Anabrang atau Mahisa Anabrang adalah seorang perwira menengah dari Kerajaan Singhasari
Kebo Anabrang atau Mahisa Anabrang adalah seorang perwira menengah dari Kerajaan Singhasari

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kebo Anabrang, yang juga dikenal dengan sebutan Mahisa Anabrang, merupakan seorang perwira menengah dari Kerajaan Singhasari yang kemudian dianggap sebagai pendahulu Majapahit.

Dari tahun 1275 hingga 1293, jauh sebelum masa keemasan Hayam Wuruk, Kebo Anabrang memimpin sebuah Ekspedisi Pamalayu ke Sumatra dalam menjalankan sebuah misi strategis dan diplomatik yang sangat penting untuk memperluas kekuasaan kerajaan Jawa di Nusantara.

Ekspedisi ini dipicu oleh visi Raja Kertanegara dari Singhasari, yang menyadari pentingnya untuk memperluas kekuasaan dan pengaruh ke wilayah Melayu di Sumatra, tugas utama yang diberikan kepada Kebo Anabrang adalah untuk menaklukkan atau membangun hubungan baik dengan Kerajaan Melayu Dharmasraya yang menguasai area strategis jalur perdagangan Asia Tenggara pada saat itu.

 

 

Wilayah ini sangat berharga secara ekonomi karena menjadi titik pertemuan jalur perdagangan internasional antara India, Tiongkok, dan Nusantara, terutama dalam perdagangan rempah dan logam berharga.

Kebo Anabrang dikirim sebagai simbol awal ekspansi maritim Nusantara, melintasi lautan bersama pasukan serta utusan istana untuk memperkuat posisi Singhasari sebagai kekuatan regional sebelum kelahiran kerajaan Majapahit.

Dalam naskah Nagarakretagama disebutkan bahwa tujuan Ekspedisi Pamalayu tersebut adalah untuk menaklukkan kawasan Melayu, tetapi dengan cara yang terhormat, yaitu melalui diplomasi yang mengedepankan persahabatan. Namun, dengan adanya perlawanan dari kerajaan setempat mengarah pada tindakan militer meskipun tidak dalam skala besar.

 

 

Perdebatan tentang apakah Ekspedisi Pamalayu ini merupakan penaklukan militer atau sebuah misi diplomatik yang campur aduk masih berlangsung di antara para sejarawan, beberapa sumber mengungkapkan bahwa Kebo Anabrang berhasil menaklukkan wilayah tersebut dengan strategi yang terencana, sementara sumber lainnya menekankan pada upaya diplomasi dan penguatan aliansi di antara kerajaan.

Apa pun pandangannya, ekspedisi ini sudah jelas merupakan langkah krusial dalam perjalanan sejarah bangsa Nusantara untuk memperluas pengaruh maritim jauh sebelum Majapahit mencapai puncak kejayaannya.

 

 

Kebo Anabrang sendiri dikenal sebagai individu yang berani dan penuh strategi, rekaman sejarah menunjukkan bahwa saat berangkat ia berusia sekitar 25 tahun, dan prestasinya dicatat dalam prasasti seperti Kudadu dan Penangungan sebagai pahlawan besar yang berhasil menyatukan bagian barat Nusantara melalui ekspedisi ini.

Melalui Ekspedisi Pamalayu, akar kejayaan maritim Indonesia tercatat jauh sebelum masa kejayaan Majapahit. Kebo Anabrang bukan hanya seorang panglima perang, tetapi juga menjadi simbol awal semangat ekspansi dan diplomasi antara pulau-pulau Nusantara yang nantinya menjadi dasar penting dalam sejarah kepulauan ini. (Dzafir Kirana Adelia)

Editor : Martda Vadetya
#Kebo Anabrang #kejayaan maritim #negarakertagama #nusantara #Ekspedisi Pamalayu #kerajaan majapahit