Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Putra selir Hayam Wuruk yang Memimpin Majapahit Timur

Imron Arlado • Minggu, 2 November 2025 | 04:55 WIB
Bhre Wirabhumi, anak dari selir Hayam Wuruk, mengatur pemerintahan di Majapahit Timur  dan berperan krusial dalam keruntuhan kerajaan setelah konflik Paregreg.
Bhre Wirabhumi, anak dari selir Hayam Wuruk, mengatur pemerintahan di Majapahit Timur dan berperan krusial dalam keruntuhan kerajaan setelah konflik Paregreg.

Jawa Pos Radar Majapahit - Ketika nama Majapahit disebutkan, mayoritas individu membayangkan sebuah kerajaan yang megah, kuat, dan terkenal di bawah kepemimpinan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.

Namun, di balik kesuksesan itu, sejarah juga mencatat masa-masa kelam yang diwarnai persaingan untuk merebut kekuasaan. Salah satu individu yang terlibat dalam kompleksitas tersebut adalah Bhre Wirabhumi, penguasa Majapahit Timur yang sering diasosiasikan dengan awal perpecahan dari kerajaan besar ini.

Bhre Wirabhumi bukanlah nama yang sepopuler Hayam Wuruk atau Gajah Mada, tetapi kisahnya membuka jalan menuju tragedi politik yang mengguncang Majapahit. Dia merupakan putra Hayam Wuruk yang lahir dari selir.

Status kelahirannya inilah yang kemudian menjadi sumber konflik dalam kompetisi untuk mendapatkan takhta. Meski berasal dari jalur selir, Bhre Wirabhumi tetap mendapat pengakuan di kalangan istana.

Ia menerima pendidikan dan posisi yang terhormat dalam pemerintahan Majapahit. Untuk memperkuat kedudukannya, dia pun diperisteri oleh seorang bangsawati penting bernama Nagarawardhani, yang juga terkait dengan darah keluarga inti kerajaan.

Pernikahan politik ini memberikan dasar legitimasi bagi Bhre Wirabhumi untuk memperjuangkan haknya atas kekuasaan di kemudian hari. Namun, sejarah Majapahit tidak dapat terlepas dari intrik.

Setelah Hayam Wuruk meninggal, isu suksesi menjadi semakin panas. Di satu pihak ada Wikramawardhana, yang merupakan menantu sekaligus suami dari putri Hayam Wuruk hasil permaisuri.

Di sisi lainnya, terdapat Bhre Wirabhumi yang didukung oleh sebagian bangsawan yang menilainya pantas untuk memimpin.

Majapahit pun terbagi menjadi dua bagian yaitu,  wilayah barat dikuasai oleh Wikramawardhana, sedangkan wilayah timur di tangan Bhre Wirabhumi. Konflik di antara keduanya mencapai puncaknya dalam peristiwa yang dikenal sebagai Perang Paregreg.

Perang saudara ini bukan sekadar pertempuran senjata dan strategi, melainkan juga ego dinasti, martabat, serta perjuangan legitimasi. Majapahit yang dulunya bersatu di tangan Gajah Mada sekarang terpecah karena pertikaian internal.

Dalam pertempuran itu, catatan sejarah mencatat bahwa pada akhirnya Bhre Wirabhumi mengalami kekalahan. Ia ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.

Kekalahannya tidak hanya menandai akhir hidupnya, tetapi juga menjadi simbol betapa rapuhnya persatuan yang pernah dijunjung oleh kerajaan ini.

Majapahit Timur kembali berada di bawah kekuasaan pusat, tetapi luka politik tersebut tidak pernah sepenuhnya sembuh.

Peran Bhre Wirabhumi seringkali dianggap negatif sebagai penyebab perpecahan, tetapi jika ditelusuri lebih lanjut, kisahnya mencerminkan kompleksitas politik dalam kerajaan.

Ia bukan hanya sosok ambisius, melainkan seorang putra raja yang memperjuangkan haknya berdasarkan garis keturunan dan struktur sosial yang berlaku pada masa itu.

Dalam sistem kerajaan, menjadi anak dari selir sering kali berarti harus berjuang dengan lebih keras untuk mendapatkan pengakuan.

Kisah Bhre Wirabhumi mengingatkan kita bahwa sejarah tidak hanya ditentukan oleh para pahlawan yang menang, tetapi juga oleh mereka yang kalah dan terlupakan.

Tanpa memahami perannya, kita tidak akan menyadari bagaimana Majapahit secara perlahan kehilangan kekuatan dan memasuki masa kemundurannya setelah era kejayaan.

Di masa kini, nama Bhre Wirabhumi mungkin tidak sepopuler nenek moyangnya. Namun, jejaknya tetap tertinggal sebagai penguasa Majapahit Timur yang kisahnya merupakan bagian penting dari dinamika perebutan kekuasaan dalam sejarah Nusantara.

Dalam tiap kerajaan besar, selalu terdapat babak cerita yang dipenuhi intrik, dan Bhre Wirabhumi berdiri di tengah drama itu sebagai pengamat sekaligus pelaku dalam runtuhnya kejayaan yang pernah diakui oleh dunia. (Okta/FADYA)

Editor : Martda Vadetya
#Bhre Wirabhumi #hayam wuruk #selir raja #perang paregreg #perang saudara #Majapahit Timur