Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Bhre Lasem, Sosok Wanita Majapahit yang Menggerakkan Seni dan Budaya di Pesisir Utara Jawa

Imron Arlado • Minggu, 2 November 2025 | 04:40 WIB

 

Sejarah mencatat bahwa Bhre Lasem yang pertama adalah Dewi Indu.
Sejarah mencatat bahwa Bhre Lasem yang pertama adalah Dewi Indu.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Bhre Lasem adalah nama kehormatan untuk seorang wanita yang memegang peranan signifikan dalam sejarah seni dan budaya di Lasem, daerah yang berada di pesisir utara Jawa yang dikenal sebagai pusat pertumbuhan budaya.

Kepemimpinan Bhre Lasem sejak abad ke-14 telah mendorong perkembangan seni ukir, batik, dan sastra yang secara turun temurun membentuk identitas khas Lasem hingga saat ini.

Sejarah mencatat bahwa Bhre Lasem yang pertama adalah Dewi Indu, saudara perempuan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit, yang mulai menjalankan kekuasaan sekitar tahun 1351.

 

 

Di bawah kepemimpinannya, Lasem menjadi bukan hanya menjadi wilayah administratif saja, tetapi juga pusat seni budaya yang aktif dan dinamis, menjadi tempat pertemuan antara budaya Jawa, Tiongkok, dan pengaruh Islam yang kemudian muncul.

Keberagaman ini tercermin dalam seni ukir kayu yang rumit, batik tulis dengan pola unik hasil gabungan Jawa dan Tiongkok, serta perkembangan sastra lokal yang kaya akan tradisi dan nilai moral.

Salah satu warisan paling jelas dari dukungan Bhre Lasem adalah batik Lasem, batik ini terkenal dengan pola yang sarat dengan makna simbolis dan warna-warna cerah, seperti motif burung phoenix, kupu-kupu, dan naga, yang melambangkan siklus kehidupan serta harmoni alam.

 

 

Kombinasi ornamen ini merupakan hasil dari proses akulturasi budaya yang berlangsung selama berabad-abad, menjadikan batik Lasem sebagai warisan budaya tak benda yang masih dilestarikan oleh komunitasnya.

Selain terlibat dalam seni rupa, Bhre Lasem juga bertindak sebagai pelindung dan penyebar budaya sastra. Sastra lokal tersebut menyimpan adat istiadat, norma, serta nilai-nilai moral yang menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat setempat.

Peran perempuan bangsawan ini juga memperkuat kedudukan perempuan dalam masyarakat sebagai penjaga tradisi sekaligus pembaharu budaya yang proaktif dalam melestarikan warisan nenek moyang.

Nilai penting dari Bhre Lasem sebagai figur pelindung budaya sangat relevan dengan upaya untuk melestarikan kebudayaan daerah di Indonesia saat ini.

Wanita bangsawan seperti Bhre Lasem menunjukkan bahwa perempuan bukan hanya penerus keluarga, tetapi juga agen penting dalam pengawasan dan kemajuan budaya lokal.

 

 

Di zaman sekarang, tokoh-tokoh seperti Bhre Lasem memberikan inspirasi untuk pemberdayaan perempuan di berbagai sektor, terutama dalam kebudayaan.

Kisah Bhre Lasem mengingatkan kita bahwa seni dan budaya, terutama yang diwariskan oleh perempuan bangsawan, merupakan dasar yang penting untuk memperkaya kemajuan budaya Indonesia.

Pelestarian batik, ukiran, dan sastra Lasem mencerminkan peran besar perempuan dalam menjaga serta mengembangkan identitas budaya Nusantara yang selalu hidup sepanjang masa. (Dzafir Kirana Adelia/Linda)

Editor : Martda Vadetya
#islam #warisan #budaya #seni #perempuan #dan #bhre lasem #Tokoh #Dewi Indu #kerajaan majapahit #jawa