JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Pada tahun 2024, Kejaksaan daerah Manhattan di New York, Amerika Serikat, secara resmi menyerahkan kembali kepada pemerintah Indonesia tiga buah benda bersejarah dari Kerajaan Majapahit.
Artefak-artefak tersebut meliputi relief batu, patung perunggu Buddha yang sedang duduk, dan patung perunggu Wisnu yang berdiri. Nilai ketiga item ini diperkirakan mencapai sekitar Rp6,5 miliar.
Acara penyerahan berlangsung di Kantor Kejaksaan Manhattan dan diserahkan kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia yang ada di New York.
Tiga karya seni ini diduga berasal dari jaringan perdagangan ilegal artefak kuno dan penyelundupan dari Indonesia melalui rute Bali dan Singapura.
Para arkeolog senior menduga bahwa relief batu tersebut mungkin saja terbuat dari bahan kapur atau marmer yang biasa dimanfaatkan dalam pembangunan candi di Jawa Timur, tempat pusat kerajaan Majapahit.
Relief ini diperkirakan menggambarkan sosok yang memegang buah maja, yang mana merupakan sebush simbol kultural penting di Nusantara dan menjadi nama bagi kerajaan Majapahit itu sendiri.
Kembalinya artefak ini merupakan contoh konkret keberhasilan diplomasi budaya antara Indonesia dan Amerika Serikat dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda warisan budaya.
Artefak-artefak yang pada awalnya diselundupkan secara ilegal kini berhasil dikembalikan secara resmi, yang mencerminkan komitmen kedua negara untuk melindungi peninggalan sejarah dunia.
Hilmar Farid, Direktur Jenderal Kebudayaan dari Kemendikbudristek, mengonfirmasi bahwa artefak itu diharapkan tiba di Indonesia pada Mei 2024.
Kasus ini juga mengingatkan kita akan pentingnya kerjasama internasional melawan para pelaku perdagangan ilegal benda bersejarah yang mencuri identitas sejarah suatu bangsa.
Dengan dikembalikannya artefak ini, diharapkan benda-benda Majapahit dapat memberikan suatu pemahaman yang lebih mendalam tentang sejarah dan kebudayaan Nusantara yang kaya dan kompleks.
Artefak-artefak Majapahit yang dikembalikan ini lebih dari sekadar objek mati, mereka merupakan saksi bisu kejayaan kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara pada abad ke-13 hingga ke-16 Masehi.
Relief batu serta patung-patung Buddha dan Wisnu ini, menjadi hal penting untuk menghidupkan kembali identitas dan warisan budaya Nusantara yang telah lama terlupakan atau hilang akibat penjarahan pada masa kolonial dan perdagangan ilegal.
Pemerintah Indonesia berencana untuk memamerkan artefak-artefak ini di museum nasional sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan pendidikan masyarakat.
Penemuan dan kembalinya artefak ini membuka peluang baru bagi penelitian sejarah dan arkeologi di tanah air sekaligus memperkuat rasa kebanggaan nasional terhadap warisan budaya Majapahit yang legendaris. (Dzafir Kirana Adelia/Linda)
Editor : Martda Vadetya