JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit saat dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada terkenal memiliki pasukan militer yang sangat tangguh serta memiliki strategi perang yang matang.
Strategi-strategi ini menjadi landasan utama kekuatan dan ambisi kerajaan untuk menguasai wilayah nusantara.
Berikut delapan strategi perang utama yang digunakan oleh pasukan Majapahit di bawah pimpinan Gajah Mada:
- Sapit Urang
Strategi ini melibatkan pasukan dibagi menjadi beberapa kelompok yang bekerja sama untuk meneror musuh dari dua sisi berlawanan.
Dua kelompok pertama bertindak layaknya "udang" yang mengapit musuh, sementara pasukan inti berada di tengah, langsung menghadapi musuh.
Jika dilihat dari atas, formasi ini menyerupai garis melengkung seperti tapal kuda yang efektif mengelilingi lawan.
- Garuda Nglayang
Strategi ini meniru cara burung garuda dalam menyerang. Pasukan diatur menjadi posisi paruh, kepala, sayap, dan ekor yang bergerak dinamis.
Gerakan serangan dilakukan dengan cara menyambar dan menyerang tepat sasaran. Panglima berada di posisi strategis untuk memandu gerakan, sementara sayap kiri dan kanan bergerak bebas untuk mengatur arah serangan.
- Emprit Neba
Strategi ini biasanya dilakukan oleh pasukan yang sudah putus asa karena sudah terjepit tetapi tetap pantang menyerah.
Pasukan ini menyerang secara bersamaan dengan formasi seperti burung gelatik yang turun dari udara, sehingga mengganggu pertahanan musuh bahkan saat kondisi pasukan sedang terdesak.
- Gedhong Minep
Strategi ini fokus pada pertahanan dengan pasukan yang terorganisir rapat dan terkonsentrasi. Pasukan ini biasanya berperan sebagai benteng terakhir yang memastikan musuh tidak bisa menyerang langsung.
- Dirada Meta
Dirada Meta menerapkan strategi seperti gajah yang mengamuk. Strategi ini menggunakan seluruh pasukan inti dan pendamping secara bersamaan untuk menyerang musuh.
Kekuatan yang besar ini dikendalikan dengan koordinasi ketat sehingga dapat menghancurkan musuh dengan cepat dan efektif.
- Cakra Byuha
Strategi ini menggunakan formasi melingkar seperti cakra atau roda. Formasi ini memberikan perlindungan total untuk pasukan inti serta memudahkan serangan balik yang cepat.
- Samudra Rob
Strategi ini terinspirasi oleh gelombang besar di laut. Pasukan menyerang dengan semangat seperti gelombang yang terus-menerus menghantam garis pertahanan musuh hingga melemahkan mereka secara perlahan dan menyerang titik lemah.
- Pasir Wutah
Strategi ini muncul dengan sendirinya ketika para prajurit dan senapati tidak bisa mempertahankan tata letak, tata serang, atau daya pertahanannya. Strategi ini sangat kacau karena setiap prajurit bergerak bebas tanpa aturan.
Melalui delapan strategi ini, Gajah Mada mampu mengendalikan wilayah nusantara, menjaga stabilitas dan kejayaan Majapahit selama masa pemerintahannya.
Keberhasilan strategi ini tidak hanya bergantung pada jumlah pasukan, tetapi juga pada kecerdasan taktik, disiplin, dan kemampuan mengatur formasi serta medan pertempuran secara efektif. (RIZMA/Linda)
Editor : Martda Vadetya