JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Majapahit, sebagai salah satu kekaisaran besar di kawasan Nusantara pada abad ke-14, tidak hanya terkenal karena kejayaan maritim dan perdagangan rempah-rempahnya, tetapi juga karena memiliki lambang yang sangat bermakna.
Simbol yang paling dikenal dan sering terlihat di sisa-sisa bangunan peninggalan Majapahit adalah Surya Majapahit, yang secara literal berarti "Matahari Majapahit".
Simbol ini berbentuk bulatan dengan delapan sinar yang mengarah ke setiap arah kompas, dan di tengahnya terdapat ukiran dewa-dewa dalam tradisi Hindu.
Surya Majapahit bukanlah sekadar hiasan sederhana, namun mengandung makna kosmologis yang mendalam. Delapan sinar matahari melambangkan posisi delapan Dewa yang memegang kendali atas arah mata angin, dengan Dewa Siwa sebagai intinya dan penentu utama.
Simbol ini mencerminkan kepercayaan masyarakat Majapahit yang menggabungkan elemen-elemen kepercayaan Hindu dengan tradisi setempat, yang menunjukkan keseimbangan kekuasaan dan keteraturan alam semesta.
Dalam perjalanan sejarahnya, lambang Surya Majapahit mengalami perubahan. Di era pemerintahan Raden Wijaya (1293-1309 M), lambang tersebut menggambarkan Dewa Siwa berpakaian tempur dan menaiki kuda di dalam matahari yang menyebarkan sinarnya ke segala arah, menandakan kekuatan dan perlindungan kerajaan.
Lambang ini kemudian berevolusi dengan penambahan serta modifikasi jumlah sinar, yang melambangkan fungsi dan tata kelola kerajaan dalam mengatur wilayah serta perdagangan, baik di dalam maupun luar negeri.
Simbol Surya Majapahit juga berfungsi sebagai sebuah tanda kekuasaan dan identitas kerajaan, baik pada seni, arsitektur, maupun benda-benda pusaka.
Namun, beberapa sejarawan mengamati bahwa simbol ini bukanlah merupakan lambang tunggal yang eksklusif, melainkan berubah seiring dengan masa pemerintahan dan raja yang berkuasa, menyesuaikan dengan konteks politik serta budaya saat itu.
Makna yang terkandung dalam Surya Majapahit sangat berkaitan dengan filosofi yang menyeimbangkan antara kekuatan dunia dan spiritual, delapan arah sinar menunjukkan pengaruh kerajaan yang luas, sementara Dewa Siwa sebagai pusat melambangkan keharmonisan dan kesinambungan kekuasaan yang didasari nilai-nilai agama dan tradisi.
Lambang ini juga menjadi simbol utama yang menyatukan wilayah-wilayah dalam kekuasaan Majapahit, menekankan identitas dan legitimasi kerajaan.
Dengan banyaknya keberadaan simbol ini di berbagai peninggalan arkeologi, Surya Majapahit bukan hanya sekadar tanda kekuasaan, tetapi juga merupakan warisan budaya yang mencerminkan tingginya peradaban dan kosmologi masyarakat Nusantara pada masa kejayaannya.
Simbol ini menjadi saksi bisu dari integrasi antara kepercayaan, kekuatan politik, dan seni dalam membangun suatu kekaisaran besar yang berpengaruh di Asia Tenggara. (Dzafir Kirana Adelia)
Editor : Martda Vadetya