Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Rempah Nusantara dan Kejayaan Maritim Majapahit yang Mendunia

Imron Arlado • Minggu, 26 Oktober 2025 | 12:00 WIB
Antara abad ke-14 sampai ke-15, Majapahit berhasil membangun sebuah sistem perdagangan dan pelabuhan yang mengatur aliran rempah-rempah.
Antara abad ke-14 sampai ke-15, Majapahit berhasil membangun sebuah sistem perdagangan dan pelabuhan yang mengatur aliran rempah-rempah.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan dengan kekuatan maritim terkuat di Asia Tenggara yang memainkan peranan penting dalam perdagangan rempah rempah Nusantara, serta menghubungkan pulau pulau Indonesia dengan jaringan perdagangan global.

Antara abad ke-14 sampai ke-15, Majapahit berhasil membangun sebuah sistem perdagangan dan pelabuhan yang mengatur aliran rempah dari kawasan Timur Indonesia hingga pelabuhan utama di Jawa Timur, yang kemudian disalurkan ke berbagai lokasi seperti India, Asia Barat, dan Eropa.

Rempah-rempah telah menjadi barang utama yang menyokong kekayaan Majapahit, berbagai barang seperti cengkeh, pala, dan kayu manis yang berasal dari daerah Indonesia Timur dikumpulkan dan diperdagangkan melalui pelabuhan-pelabuhan penting seperti Pelabuhan Tuban, Gresik, dan Pasuruan.

 

 

Pelabuhan-pelabuhan ini bukan hanya menjadi tempat transaksi dagang, tetapi juga berfungsi sebagai ssbuah pintu masuk bagi para pedagang dari luar negeri, seperti Tiongkok dan India, sehingga terjadi adanya pertukaran barang seperti keramik, sutra, serta pengaruh budaya Hindu dan Buddha.

Sungai Brantas dan pelabuhan-pelabuhan di sekitar Jawa Timur secara strategis menghubungkan daerah pedalaman dengan pantai, memungkinkan mobilisasi barang dan penyebaran pengaruh politik Majapahit.

Dengan menguasai lautan Nusantara, Majapahit mampu memungut pajak dari perdagangan rempah yang melintas, sehingga kerajaan ini memperoleh keuntungan signifikan tanpa harus mengontrol seluruh proses produksi secara langsung.

 

 

Sejarah mencatat, pelabuhan-pelabuhan milik Majapahit telah menjadi pusat rute rempah yang menghubungkan beragam wilayah di Asia Tenggara hingga ke Afrika Timur. 

Hal ini mengindikasikan Majapahit bukan hanya sebagai kerajaan pertanian, tetapi juga sebagai kekuatan maritim yang memiliki peran penting dalam jaringan perdagangan dunia sebelum kedatangan bangsa Eropa ke wilayah tersebut.

Jejak perdagangan Majapahit juga tercatat dalam tulisan-tulisan kuno dan manuskrip seperti Kakawin Nagarakertagama yang menyebutkan lokasi-lokasi yang berada di bawah pengaruh Majapahit, termasuk Pahang dan Melayu.

Jeberhasilan Majapahit dalam mengelola ekonomi maritim ini, menjadi sumber inspirasi bagi kemakmuran dan ketahanan pangan di wilayah Nusantara.

 

 

Pada masa kejayaannya, Majapahit mampu menyatukan keseimbangan antara kegiatan pertanian dan aktivitas perdagangan laut.

Hal ini terlihat dari bagaimana sumber pangan penting seperti padi diperoleh melalui metode pertanian yang canggih, sementara rempah-rempah dan barang dagangan lainnya dikendalikan melalui pelabuhan yang dikelola secara profesional.

Keahlian Majapahit dalam mengatur rute rempah menjadi landasan krusial yang kemudian dilanjutkan dan dimanfaatkan oleh bangsa Eropa, khususnya melalui perusahaan dagang Hindia Timur (VOC) pada era kolonial.

Dengan demikian, kontribusi Majapahit dalam jalur perdagangan rempah dunia tidak hanya mempengaruhi kekayaan kerajaan itu, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap sejarah perdagangan internasional.  (Dzafir Kirana Adelia)

Editor : Martda Vadetya
#Kejayaan #pelabuhan #maritim #sungai brantas #majapahit #rempah #indonesia #nusantara #kerajaan #asia tenggara