Jawa Pos Radar Majapahit - Kerajaan Majapahit dikenal tidak hanya karena luasnya wilayah yang dikuasai, tetapi juga karena kemampuan militernya yang sangat mengesankan.
Di balik kesuksesan tersebut, terdapat banyak senjata yang dipakai oleh tentara Majapahit untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan lain di Nusantara. Alat-alat tempur ini mencerminkan kemajuan teknologi serta seni pertempuran pada zaman itu.
- Cetbang, Meriam Tradisional yang Mengagumkan
Salah satu senjata paling dikenal dari era Majapahit adalah cetbang, sebuah meriam kuno yang menunjukkan kemajuan teknologi militer di Nusantara.
Cetbang terbuat dari logam perunggu dan menggunakan bubuk mesiu untuk menembakkan proyektil. Senjata ini digunakan baik di kapal perang maupun di benteng pertahanan.
Menariknya, cetbang hadir dalam dua versi yakni satu diisi dari depan ala meriam Tiongkok, sedangkan versi lainnya diisi dari belakang, mirip dengan gaya meriam Eropa.
Variasi ini menunjukkan bahwa Majapahit telah mampu mengadopsi serta menyesuaikan teknologi asing sesuai dengan kebutuhan mereka. Dengan keberadaan cetbang, Majapahit dapat mendominasi pertempuran di laut dan menegaskan posisinya sebagai kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara.
Baca Juga: Wayang Beber, Warisan Majapahit yang Mengajarkan Moral Lewat Warna dan Garis
- Keris Sungginan, Lambang Kehormatan dan Kekuatan
Selain senjata berat seperti cetbang, pasukan Majapahit juga mengandalkan senjata tajam untuk pertarungan jarak dekat, salah satunya adalah keris sungginan.
Keris ini terkenal karena desainnya yang ramping dan tajam pada kedua sisi. Bilahnya ditempa dengan teknik tradisional dan sering kali dihiasi dengan pola pamor yang melambangkan kekuatan spiritual.
Bagi prajurit Majapahit, keris bukan sekadar alat untuk berperang, tetapi juga simbol dari kehormatan dan keberanian.
Keris sering diwariskan dalam keluarga, dianggap memiliki "isi" atau kekuatan gaib yang terhubung dengan pemiliknya. Dalam pertempuran, keris menjadi senjata terakhir yang digunakan ketika pertarungan berlangsung dekat.
- Tombak dan Panah, Senjata Tradisional yang Mematikan
Dua senjata lainnya yang banyak digunakan pada masa Majapahit adalah tombak dan panah.
Tombak berfungsi sebagai senjata utama dalam serangan darat, dipakai oleh infanteri serta pasukan berkuda. Ujung tombak terbuat dari logam tajam, sedangkan pegangan dibuat dari kayu berkualitas tinggi seperti jati atau sonokeling.
Baca Juga: Kawung, Simbol Kesucian Majapahit yang Terus Hidup di Batik Modern
Sementara itu, panah digunakan oleh prajurit yang beroperasi dari jarak yang lebih jauh. Busur dan panah Majapahit terkenal ringan dan akurat, ideal untuk mengepung lawan atau menyerang dari jauh.
Pasukan pemanah biasanya ditempatkan di belakang untuk melindungi tentara di garis depan dan melemahkan pertahanan musuh sebelum serangan besar dilakukan.
- Senjata sebagai Cerminan Budaya
Menariknya mengenai alat-alat tempur Majapahit adalah bukan hanya fungsinya dalam militer, tetapi juga nilai budayanya.
Pembuatan senjata dilakukan oleh empu atau pandai besi yang dihormati. Setiap jenis senjata mengandung makna simbolis yang mencerminkan keberanian, kehormatan, serta hubungan spiritual antara manusia dan alam.
Senjata juga menjadi bagian dari berbagai upacara kerajaan. Misalnya, keris dan tombak tertentu disimpan di istana karena dianggap memiliki kekuatan magis yang dapat melindungi kerajaan dari malapetaka.
Tradisi ini bahkan masih ada hingga kini, yang terlihat dalam upacara adat serta koleksi pusaka di berbagai wilayah Jawa dan Bali.
Keempat senjata utama cetbang, keris, tombak, dan panah menunjukkan seberapa jauh kemajuan kemampuan militer Kerajaan Majapahit. Mereka tidak hanya berkuasa di medan perang, tetapi juga berhasil menggabungkan teknologi asing dengan kebijaksanaan lokal.
Dari cetbang yang menggema di lautan, hingga keris yang tersimpan di pinggang prajurit, semuanya menjadi saksi bisu kejayaan Nusantara yang tak akan pudar oleh waktu. (Okta/Linda)
Editor : Martda Vadetya