Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Napak Tilas Adat Majapahit: Pesta Srada, Nyadran, dan Seni yang Bertahan Melintasi Zaman

Imron Arlado • Minggu, 26 Oktober 2025 | 01:50 WIB
Napak Tilas Adat Majapahit: Pesta Srada, Nyadran, dan Seni yang Bertahan Melintasi Zaman
Napak Tilas Adat Majapahit: Pesta Srada, Nyadran, dan Seni yang Bertahan Melintasi Zaman

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang pernah mencapai masa kejayaannya di Nusantara, bahkan hingga kawasan Asia Tenggara. Pada masa itu, Majapahit memiliki beragam kebudayaan serta karya seni yang sangat kaya.

Perkembangan seni dan budaya mencapai puncaknya ketika masa pemerintahan Hayam Wuruk. Namun sayangnya, setelah keruntuhan Majapahit, kejayaan tersebut perlahan runtuh.

Kerajaan Majapahit dikenal memiliki adat istiadat yang sangat beragam dan banyak di antaranya masih dapat ditemukan hingga sekarang, terutama dalam budaya Jawa serta pada masyarakat yang masih mempertahankan tradisi Hindu-Buddha, seperti Suku Tengger di Jawa Timur.

 

 

Adat Majapahit mengandung unsur kejawen yang kental dan ritual keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakatnya.

Salah satu adat istiadat penting adalah Pesta Srada, yaitu upacara pemujaan arwah leluhur yang sudah ada sejak zaman Majapahit.

Contohnya, Raja Hayam Wuruk pernah mengadakan Pesta Srada untuk menghormati arwah sang nenek, Rajapatni, yang tertulis dalam naskah Negarakertagama.

Pesta Srada ini masih diteruskan dalam bentuk tradisi nyandran di masyarakat Jawa saat ini, yang menunjukkan bagaimana budaya ini bertahan melewati zaman.

Selain itu, masyarakat Majapahit sangat memegang teguh tradisi dan aturan sosial yang diwarnai oleh sistem kasta Hindu, meski penerapannya tidak kaku.

 

 

Struktur sosial ini memengaruhi interaksi dan hirarki sosial di keraton serta masyarakat umum, mulai dari bangsawan, prajurit, hingga petani dan nelayan.

Sistem sosial ini juga mengatur pelaksanaan berbagai upacara adat, seperti pesta panen yang dilakukan meriah untuk menyambut hasil bumi serta upacara keagamaan yang penuh makna spiritual.

Kebudayaan Majapahit juga meliputi tradisi keramaian yang menjadi bagian penting dalam pola hidup masyarakat, di antaranya adalah Nyadran dan Sraddha.

Tradisi ini mirip dengan yang sekarang menjadi Lebaran Kupat, yang melibatkan upacara selamatan dan ritual doa bersama untuk kesejahteraan masyarakat.

 

 

Keramaian ini biasanya diadakan dengan penuh suka cita dan diiringi pertunjukan seni tradisional yang telah diwariskan sejak masa Majapahit.​

Seni dan pertunjukan juga merupakan bagian dari adat istiadat Majapahit, dengan wayang beber dan seni tari jatilan yang masih eksis hingga kini.

Cerita yang dibawakan biasanya mengangkat tema dari epik Hindu seperti Mahabharata dan Ramayana, yang menggambarkan nilai moral, kepahlawanan, dan kebijaksanaan yang diaplikasikan masyarakat Majapahit dalam kehidupan sehari-hari. (Wulandari/Linda)

Editor : Martda Vadetya
#majapahit #seni #napak tilas #adat istiadat #zaman