JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Surya Majapahit merupakan salah satu simbol paling ikonik dari era kejayaan Kerajaan Majapahit. Simbol ini banyak ditemukan di candi-candi, seperti candi Penataran, candi Rimbi, dan candi Jabung.
Simbol ini berbentuk matahari dengan delapan sinar yang memancar ke semua arah dan di bagian tengahnya terdapat lingkaran yang memuat gambar dewa-dewa Hindu, yang dikenal sebagai Dewata Nawa Sanga.
Dalam sejarahnya, simbol ini tidak hanya mencerminkan kebesaran kerajaan, tetapi juga menghadirkan makna spiritual dan kosmologis yang menggambarkan pandangan hidup masyarakat Majapahit mengenai keseimbangan antara alam semesta dan kehidupan manusia.
Makna dari lambang Surya Majapahit erat kaitannya dengan ajaran agama Hindu yang berkembang pesat pada masa itu. Setiap sinar matahari merepresentasikan arah mata angin yang melambangkan kekuasaan, keseimbangan, dan keteraturan di dunia.
Di sisi lain, Dewata Nawa Sanga di tengah simbol menggambarkan sembilan dewa penjaga arah yang menjadi simbol kekuatan spiritual dan pelindung alam semesta.
Menurut kepercayaan masyarakat Majapahit, kesejahteraan hanya bisa diraih jika terdapat keselarasan antara dunia lahir (mikrokosmos) dan dunia spiritual (makrokosmos).
Simbol ini juga memiliki nilai kepemimpinan yang tinggi. Pusat lingkaran yang menjadi tempat bersemayamnya para dewa diartikan sebagai posisi seorang pemimpin yang harus berada di tengah keseimbangan.
Ia harus mampu menjaga keharmonisan antara rakyat, lingkungan, dan nilai-nilai moral. Prinsip ini sejalan dengan ajaran Hasta Brata yang menggambarkan delapan sifat ideal seorang pemimpin yang diambil dari elemen-elemen alam.
Dengan demikian, Surya Majapahit bukan hanya mencerminkan kebesaran politik Majapahit, tetapi juga menjadi pedoman etika bagi para raja dan masyarakatnya.
Di samping nilai spiritual, Surya Majapahit juga berperan sebagai simbol kekuasaan yang melambangkan luasnya pengaruh kerajaan di masa lalu.
Sinar yang memancar ke delapan penjuru menunjukkan cakupan wilayah kekuasaan Majapahit yang luas serta dominasi kerajaan terhadap kerajaan-kerajaan yang ditaklukkannya di Nusantara.
Beberapa sejarawan juga berpendapat bahwa lambang ini lebih dari sekadar simbol pemerintahan, melainkan juga merupakan simbol religius yang banyak dijumpai dalam arsitektur candi dan tempat suci.
Hal ini menunjukkan bahwa Surya Majapahit berfungsi pula sebagai pengingat bagi manusia untuk selalu menjaga keseimbangan antara spiritualitas dan kehidupan duniawi.
Menarik untuk dicatat, di zaman sekarang, lambang Surya Majapahit tidak hanya dilihat sebagai simbol sejarah melainkan juga sebagai sumber inspirasi nilai-nilai kehidupan modern.
Banyak orang meyakini bahwa simbol ini mengajarkan pentingnya harmoni, kebijaksanaan, dan kekuatan dari dalam diri.
Makna mendalam yang terkandung dalam Surya Majapahit membuktikan bahwa warisan budaya tidak hanya sekadar peninggalan sejarah, melainkan juga cermin dari pandangan hidup yang masih relevan hingga kini. (RIZMA/Linda)
Editor : Martda Vadetya