Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Teater Kerajaan dalam Tradisi Nusantara: Kisah, Ritual, dan Simbolisme

Imron Arlado • Kamis, 23 Oktober 2025 | 06:50 WIB
Pertunjukan seni Mamanda yang berasal dari Kalimantan Selatan
Pertunjukan seni Mamanda yang berasal dari Kalimantan Selatan

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kesenian pertunjukan serta teater kerajaan merupakan sebuah aspek krusial dari warisan budaya Indonesia yang tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga mengandung nilai-nilai sejarah dan filosofi yang mendalam.

Pada era kerajaan, seni pertunjukan berperan lebih dari sekadar hiburan, melainkan juga berperan sebagai sarana untuk mempertegas kekuasaan dan pelaksanaan ritual kerajaan. Melalui teater dan pertunjukan, narasi mengenai kerajaan, kepahlawanan, serta adat istiadat dikomunikasikan secara visual kepada masyarakat.

Salah satu contoh seni teater tradisional kerajaan adalah Mamanda asal Kalimantan Selatan, pertunjukan Mamanda terdiri dari beberapa elemen seperti Ladon yang berfungsi sebagai pembuka dengan tarian dan syair yang melibatkan para pemain secara estetis, dilanjutkan dengan pengenalan karakter-karakter kerajaan seperti raja, perdana menteri, dan panglima.

 

 

Selanjutnya, terdapat sidang kerajaan yang menjadi fokus dalam cerita tersebut, diakhiri dengan babujukan sebagai penutup.

Seni ini dulunya berperan sebagai saluran penting untuk menyampaikan nilai-nilai serta narasi kerajaan secara langsung kepada masyarakat, sambil memperkuat legitimasi raja serta pejabat kerajaan.

Dalam teater istana lainnya, terdapat teater bangsawan di wilayah Melayu yang dikenal sebagai sandiwara bangsawa.

Pertunjukan ini sering kali menggabungkan tarian dan nyanyian pada adegan tertentu, sementara keseluruhan cerita yang disajikan berfokus pada kerajaan, makhluk gaib, dan legenda lokal.

Salah satu contohnya adalah sanggar teater Sri Mahkota di Lingga, yang secara teratur menyajikan kisah-kisah bertema kerajaan yang menekankan pada nilai-nilai moral dan tradisi, menampilkan kedekatan seni pertunjukan ini dengan kehidupan masyarakat istana dan budaya setempat.

 

 

Secara historis, seni pertunjukan kerajaan biasanya dilakukan di pendapa atau balai istana dan menjadi bagian dari sebuah ritual audiensi raja, misalnya pada saat melakukan kunjungan ke wilayah kerajaan lainnya.

Seiring berjalannya waktu, seni ini bertransformasi dari sekadar hiburan menjadi bagian dari regalia kerajaan, seperti keris, tombak, dan payung kebesaran yang juga berfungsi untuk meneguhkan kedudukan raja dan bangsawan di mata rakyat serta tamu kerajaan.

Dalam konteks tersebut, para seniman yang terlibat dalam pertunjukan mendapatkan posisi terhormat karena dianggap sebagai penguat simbol kerajaan.

 

 

Perkembangan seni pertunjukan ini telah beradaptasi dengan berbagai kondisi sosial dan budaya yang ada di Indonesia, dimulai dari masa pra Hindu, kolonial, hingga era kemerdekaan, sehingga menjadikannya warisan yang terus hidup dan berkembang hingga kini.

Beragam bentuk teater tradisional seperti Randai, Ludruk, dan lain-lain masih ada di berbagai wilayah, menghidupkan kembali kisah serta filosofi dari masa lampau di zaman modern ini.

Melalui seni pertunjukan dan teater kerajaan, masyarakat tidak hanya menikmati hiburan tetapi juga menemukan media untuk mempelajari sejarah, tradisi, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Oleh karena itu, pelestarian seni tradisional ini sangat penting untuk memastikan bahwa identitas budaya bangsa tetap terjaga dan dikenal oleh generasi yang lebih muda. (Dzafir Kirana Adelia/Linda)

Editor : Martda Vadetya
#ludruk #ritual #majapahit #kalimantan selatan #randai #teater #mamanda #adat istiadat #kerajaan