Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jejak Kerajaan Majapahit Ketika Menguasai Samudra

Imron Arlado • Kamis, 23 Oktober 2025 | 06:42 WIB

Ilustrasi Kapal Jong
Ilustrasi Kapal Jong

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Saat kita membahas kejayaan Majapahit, pikiran kita seringkali tertuju pada istana Trowulan, Sumpah Palapa, serta keindahan candi-candi bata merah. 

Namun, di balik kisah darat yang agung itu, tersimpan kekuatan lain yang menjadi nadi kejayaannya, armada laut yang luar biasa. Kerajaan Majapahit bukan hanya dikenal sebagai kekuatan agraris, tetapi juga merupakan kerajaan maritim yang besar yang menguasai lautan dan membangun jaringan perdagangan hingga ke luar Nusantara. 

Salah satu bukti paling nyata dari kebesaran maritim Majapahit adalah kapal besar yang disebut jongCatatan pelaut dari Tiongkok dan Arab mencatat bahwa kapal-kapal dari Jawa ini memiliki ukuran yang sangat besar, panjangnya antara 60 hingga 70 meter, dengan tiga hingga empat tiang layar, serta dapat mengangkut ratusan awak dan membawa muatan hingga 500 ton.

Teknologi pembangunan jong menjadi bukti kecanggihan bangsa pelaut Nusantara. Kapal ini tidak menggunakan paku besi seperti kapal Eropa pada masa itu, tetapi disatukan dengan sistem pasak kayu dan serat alami yang mampu menahan gelombang laut. 

Struktur lambungnya ganda dan tebal, menjadikannya tahan terhadap badai tropis sekaligus mampu berlayar jauh tanpa mudah bocor. Para pelaut Majapahit tidak hanya mengoperasikan kapal besar, tetapi juga merupakan ahli navigasi yang handal.

 

Baca Juga: Bendera Majapahit Sang Saka Gula Kelapa, Cikal Bakal Bendera Nasional Indonesia

 

Tanpa peta modern atau kompas presisi, mereka membaca bintang, arah angin, warna air laut, dan migrasi burung untuk menentukan arah perjalanan. Mereka juga menggunakan pelabuhan-pelabuhan strategis di pinggir utara Jawa seperti Gresik, Surabhaya, dan Tuban sebagai pusat pengisian logistik, tempat perdagangan, dan basis militer laut.

Dari sinilah kapal-kapal jong berangkat membawa beras, kayu jati, rempah, dan hasil bumi lainnya untuk diperdagangkan di berbagai wilayah Asia Tenggara. Pelabuhan seperti Kambangputih (yang kini dikenal sebagai Tuban), Canggu, dan Gresik tercatat dalam prasasti dan dokumen kuno sebagai tempat penting bagi masuk dan keluarnya komoditas berharga. 

Pemerintah Majapahit mengatur perdagangan dengan sistem bea dan pajak yang tertata, menunjukkan adanya tata kelola ekonomi maritim yang maju. Armada laut Majapahit bukan hanya berfungsi sebagai alat ekonomi, tetapi juga sebagai instrumen politik dan diplomasi. 

Melalui laut, kerajaan ini mengirim utusan ke berbagai wilayah dari Sumatra hingga Maluku, dari Kalimantan hingga Nusa Tenggara. Dalam catatan yang berasal dari Tiongkok, Majapahit disebut memiliki kekuasaan atas “lebih dari seribu pulau di lautan selatan. ” 

Bukan angka yang pasti, namun cukup menggambarkan luasnya jaringan pengaruhnya. Kapal-kapal bukan hanya sekadar sarana transportasi, tetapi melambangkan kedaulatan, di mana setiap layar yang berkibar menjadi perwakilan kekuasaan Majapahit di Nusantara. 

 

Baca Juga: Sistem Pemerintahan dan Kehidupan Politik Majapahit Pada Masa Kejayaan Raja Hayam Wuruk

 

Bahkan dalam masa modern, semangat itu dihidupkan kembali melalui proyek Spirit of Majapahit, kapal kayu hasil rekonstruksi yang berlayar dari Jakarta hingga Jepang pada 2016. 

Kapal ini dibangun dengan metode tradisional, mengingatkan dunia bahwa Indonesia pernah memiliki peradaban maritim yang sebanding dengan bangsa-bangsa besar lainnya. 

Hari ini, jejak kejayaan maritim Majapahit masih dapat kita rasakan di banyak tempat. Di sepanjang pesisir Tuban, Gresik, dan Madura, kita masih melihat perahu-perahu tradisional yang bentuk lambungnya mirip dengan kapal jong. 

Di Trowulan, relief-relief pada candi menggambarkan aktivitas pelayaran dan perdagangan. Kekuatan laut Majapahit mencerminkan kecerdasan bangsa ini dalam memahami alam, menguasai teknologi, dan membangun jaringan antarbangsa.

Dengan kapal jong yang perkasa, dengan pelaut-pelaut pemberani yang menatap bintang sebagai kompas, Majapahit menorehkan sejarah sebagai kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara. (Tri Yulia Setyoningrum)

Editor : Martda Vadetya
#kapal jong #majapahit #warisan budaya #sejarah nusantara #kerajaan maritim