Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jadi Tokoh Penting dalam Penyebaran Islam di Kerajaan Majapahit, Begini Sepak Terjang Putri Campa Istri Prabu Brawijaya V

Imron Arlado • Kamis, 23 Oktober 2025 | 06:35 WIB
Makam Putri Campa di Trowulan, Jawa Timur
Makam Putri Campa di Trowulan, Jawa Timur

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Putri Campa merupakan tokoh yang berperan penting dalam sejarah Majapahit karena turut membawa pengaruh Islam ke kerajaan tersebut.

Ia dikenal sebagai istri Prabu Brawijaya V, raja terakhir Majapahit, dan menjadi salah satu pelopor awal penyebaran Islam di kerajaan Hindu-Buddha itu.

Berdasarkan buku ‘Tionghoa Dalam Pusaran Politik’ yang ditulis Benny G. Setiono, Putri Campa merupakan perempuan yang didatangkan oleh Sunan Ampel untuk dihadiahkan kepada Prabu Kertabumi atau Brawijaya V.

Putri Campa diketahui memiliki nama asli Dewi Kiem. Ia merupakan putri bangsawan Cemboja yang terkenal dengan nama Cempo (Campa) dan menganut keyakinan Islam.

Sekitar tahun 1443 M, Putri Campa datang ke Majapahit sebagai bagian dari lamaran Prabu Brawijaya, yang menerima istri dari negeri seberang lautan tersebut untuk mempererat hubungan diplomatik dan politik.

Kisah ini tidak hanya mencatat aspek politik, tetapi juga menggambarkan perubahan agama. Putri Campa diketahui memeluk agama Islam, yang saat itu mulai menyebar melalui interaksi perdagangan dan sosial di wilayah Jawa Timur.

Meskipun gagal membuat Prabu Brawijaya memeluk Islam sampai akhir hayatnya, kehadiran Putri Campa mempermudah penyebaran agama tersebut di kalangan keluarga istana dan masyarakat Majapahit.

Putri Campa juga memiliki hubungan dekat dengan Sunan Ampel, salah satu tokoh Wali Songo yang terkenal dalam sejarah penyebaran Islam di Indonesia. Sunan Ampel diketahui berasal dari Champa dan merupakan keponakan Putri Campa.

Di samping itu, Putri Campa juga dikabarkan memiliki hubungan dengan keluarga penguasa di Palembang, melalui suami keduanya, Arya Damar, yang menemani Putri Campa demi menjaga keselamatan dan menghadapi kondisi sengketa politik di akhir masa Majapahit.

Penting untuk dicatat, Putri Campa tidak hanya menginspirasi masuknya Islam ke dalam sistem pemerintahan kerajaan, tetapi keturunannya yang juga berperan penting dalam berdirinya Kesultanan Demak, kerajaan Islam pertama di pulau Jawa.

Raden Patah, anak Putri Campa, dinyatakan sebagai Sultan pertama Demak oleh Sunan Ampel. Kesultanan ini kemudian menjadi pusat kebangkitan Islam dan menggantikan Majapahit sebagai kekuatan politik dan budaya utama di Nusantara.

Makam Putri Campa yang terletak di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, hingga kini masih menjadi lokasi ziarah yang dihormati banyak orang. Kompleks pemakaman ini dipercaya menyimpan sejarah dan kenangan masa kejayaan Majapahit serta keberlanjutan tradisi Islam di pulau Jawa.

Beberapa tokoh ulama dan sejarawan menyatakan bahwa keberadaan makam ini memperkuat bukti bahwa Islam sudah mulai tumbuh dan berkembang dalam lingkungan kerajaan Hindu-Buddha melalui tokoh penting seperti Putri Campa.

Dari sisi sejarah sosial dan keagamaan, Putri Campa mencerminkan bahwa proses Islamisasi di Nusantara tidak hanya sekadar pergerakan agama yang mandiri, tetapi juga melalui jalur pernikahan politik dan diplomasi antar kerajaan.

Putri Campa merupakan figur penting dalam sejarah transisi Majapahit ke era baru. Sebagai istri Prabu Brawijaya V, ia menjadi simbol penghubung antara tradisi lama dan kekuatan baru yang membawa Islam ke lingkungan kerajaan Majapahit. (RIZMA/Linda)

Editor : Martda Vadetya
#islam #majapahit #sunan ampel #Makam Putri Cempo #Prabu Brawijaya V #putri campa