Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Menelusuri Rute Perdagangan Laut dan Jejak Uang Kuno Majapahit

Imron Arlado • Rabu, 22 Oktober 2025 | 17:00 WIB
Sungai Brantas yang memiliki lebar sampai dua kilometer pada waktu itu  berfungsi sebagai jalur utama yang membawa barang-menuju pelabuhan.
Sungai Brantas yang memiliki lebar sampai dua kilometer pada waktu itu berfungsi sebagai jalur utama yang membawa barang-menuju pelabuhan.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit yang didirikan pada tahun 1293 di Jawa Timur, terkenal sebagai puncak kejayaan maritim di Nusantara, meskipun lokasi pemerintahannya berada di dalam Mojokerto, Majapahit mampu membangun sistem maritim yang kuat yang menghubungkan pedalaman ke pelabuhan strategis di pesisir Jawa Timur.

Sungai Brantas, sungai yang memiliki lebar sampai dua kilometer pada waktu itu, berfungsi sebagai jalur utama yang membawa barang-barang dari dalam pulau menuju ke pelabuhan, pelabuhan seperti Ujung Galuh menjadi sebuah lokasi krusial dalam jaringan perdagangan yang menyambungkan Majapahit dengan area lain di Nusantara bahkan hingga negara lain.

Armada laut Majapahit yang tangguh terdiri dari kapal-kapal besar yang memiliki tiga hingga empat layar, mampu mengangkut sekitar 600 orang, dengan panjang hingga 70 meter dan berat lebih dari 500 ton.

 

 

Kapal-kapal ini dianggap lebih besar dan lebih kuat dibandingkan dengan kapal dagang milik Tiongkok pada waktu itu, armada tersebut memungkinkan Majapahit untuk mengendalikan jalur rempah yang menghubungkan Maluku, Selat Malaka, dan sekitarnya, menjadikannya pusat perdagangan maritim di Asia Tenggara.

Sementara jaringan maritim menjadi fondasi kejayaan Majapahit, sistem ekonomi yang diatur dengan baik juga menunjukkan adanya kemajuan dengan penerapan mata uang unik, yaitu koin gobog.

Koin tersebut terbuat dari tembaga dan berbentuk lingkaran dengan lubang persegi pada bagian tengah, sangat terpengaruh oleh desain uang kepeng dari Tiongkok. Selain gobog, Majapahit juga ada menggunakan koin emas dan perak yang lebih kecil untuk transaksi yang memiliki nilai lebih tinggi.

 

 

Meskipun nilai intrinsik koin gobog lebih rendah dibandingkan dengan koin emas dan perak, penggunaannya terkenal sangat luas terutama dalam hal pembayaran pajak dan perdagangan lokal.

Motif relief yang menghiasi koin mencerminkan nilai-nilai budaya dan simbolisme masyarakat Majapahit, termasuk adanya gambar wayang dan senjata tradisional.

Menariknya, terdapat koin emas yang mengandung kalimat syahadat, menunjukkan adanya pengaruh dari perdagangan dengan dunia Islam, koin-koin ini kini tidak hanya berfungsi sebagai artefak sejarah tetapi juga digunakan sebagai jimat serta bagian dari tradisi budaya.

Kombinasi antara kekuatan armada laut dan sistem mata uang yang terorganisir membawa Majapahit ke sebuah kesuksesan besar dan menjadi kerajaan maritim terbesar di Nusantara, jaringan jalur air dari sungai hingga pelabuhan laut mampu mendistribusikan barang-barang seperti rempah-rempah, tekstil, dan hasil bumi ke berbagai pasar lokal dan internasional.

 

 

Sistem ekonomi dan perdagangan yang canggih memperkuat posisi Majapahit sebagai pusat politik, ekonomi, dan budaya yang berpengaruh di Nusantara dan wilayah Asia Tenggara pada masa itu. (Dzafir Kirana Adelia)

Editor : Martda Vadetya
#maritim #sungai brantas #mojokerto #perdagangan #majapahit #Gobog #dan #nusantara #mata uang #kerajaan