Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Keagungan Sastra dan Bahasa di Masa Kerajaan Majapahit

Imron Arlado • Rabu, 22 Oktober 2025 | 13:00 WIB
Bahasa Kawi diakui sebagai bahasa resmi dan dipakai secara luas dalam karya sastra, dokumen pemerintahan, serta tulisan-tulisan keagamaan.
Bahasa Kawi diakui sebagai bahasa resmi dan dipakai secara luas dalam karya sastra, dokumen pemerintahan, serta tulisan-tulisan keagamaan.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Periode Majapahit dikenal sebagai salah satu puncak kejayaan budaya dan sastra Jawa Kuno yang meninggalkan pengaruh yang signifikan dalam sejarah Indonesia.

Pada waktu itu, bahasa Kawi (Jawa Kuno) diakui sebagai bahasa resmi dan dipakai secara luas dalam karya sastra, dokumen pemerintahan, serta tulisan-tulisan keagamaan yang mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya lokal.

Karya sastra dari periode Majapahit memiliki kualitas luar biasa dan mencerminkan kemajuan intelektual masyarakatnya.

Salah satu karya penting adalah Kakawin Negarakertagama, yang ditulis oleh Mpu Prapanca ini berfungsi sebagai berita sejarah serta karya sastra yang melukiskan kekuasaan Majapahit serta hubungan politik dan budaya di seluruh Nusantara.

 

 

Karya tersebut tidak hanya menyajikan sejarah, tetapi juga memberikan banyak sekali panduan-panduan penting mengenai tata cara pemerintahan dan kebudayaan Jawa Kuno.

Selain Negarakertagama, karya lain seperti Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular juga menyampaikan nilai-nilai toleransi dan harmoni antara pemeluk berbagai agama, serta menegaskan identitas budaya Jawa sebagai pusat pengetahuan dan spiritualitas.

Pemakaian bahasa Kawi dalam sastra membantu memperkuat solidaritas dan identitas budaya masyarakat Majapahit, sekaligus memperkaya kekayaan sastra klasik Indonesia.

 

 

Dalam bidang bahasa, Majapahit juga meningkatkan penggunaan bahasa Melayu di berbagai dokumen terkait perdagangan dan diplomasi, hal ini menunjukkan bahwa Majapahit tidaklah hanya bergantung pada bahasa Kawi, tetapi juga mengadopsi bahasa daerah yang dapat membantu memperluas pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara.

Variasi bahasa ini mencerminkan betapa majunya pemerintahan dan budaya Majapahit, dalam mengelola beragam budaya dan bahasa di wilayahnya.

Selain berperan sebagai pusat kekuasaan politik, Majapahit juga dikenang sebagai pusat budaya dan intelektual, karena bahasa serta sastranya menjadi pilar utama yang menguatkan identitas dan kejayaan budaya Jawa Kuno serta Nusantara pada umumnya.

 

 

Karya sastra pada masa ini, secara tidak langsung menjadi warisan budaya yang terus dipelajari dan dihargai sebagai lambang keberhasilan intelektual dan spiritual bangsa Indonesia.

Pada konteks masa kini, keberanian dan kreativitas Majapahit dalam pengembangan bahasa dan sastra ini menjadi inspirasi penting untuk melestarikan identitas budaya dan memperkokoh jati diri bangsa melalui kekayaan budaya yang diturunkan oleh nenek moyang. (Dzafir Kirana Adelia)

Editor : Martda Vadetya
#kuno #bahasa #majapahit #negarakertagama #dan #indonesia #nusantara #kitab sutasoma #sastra #kawi #mpu prapanca #di #kerajaan