Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Majapahit, Sebuah Kerajaan Besar Namun Tidak "Seluas" yang Diberitakan

Imron Arlado • Selasa, 21 Oktober 2025 | 01:34 WIB
Dokumen sejarah utama seperti Nagarakretagama dan Pararaton menyatakan bahwa pusat kekuasaan Majapahit berada di Trowulan, Jawa Timur.
Dokumen sejarah utama seperti Nagarakretagama dan Pararaton menyatakan bahwa pusat kekuasaan Majapahit berada di Trowulan, Jawa Timur.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan besar yang pernah ada di kawasan Nusantara, dengan dakwaan yang menyatakan bahwa kekuasaan milik Majapahit mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia saat ini, bahkan termasuk negara-negara sekitar.

Namun, kajian sejarah terkini menunjukkan bahwa pernyataan tersebut tidaklah sepenuhnya akurat, wilayah kekuasaan Majapahit sebenarnya lebih terfokus, terutama paad bagian Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Dokumen sejarah utama seperti Nagarakretagama dan Pararaton menyatakan bahwa pusat kekuasaan Majapahit berada di Trowulan, Jawa Timur, yang berfungsi sebagai ibu kota kerajaan.

 

 

Dari lokasi ini, Majapahit menguasai wilayah sekitarnya secara langsung, termasuk Jawa Timur, Jawa Tengah, dan pulau-pulau terdekat seperti Madura dan Bali. Daerah ini menjadi pusat kekuasaan yang diatur dengan sistem pemerintahan yang cukup baik dan terorganisir.

Namun, pernyataan bahwa Majapahit menguasai seluruh Nusantara hingga meliputi Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, serta bagian-bagian Filipina dan negara tetangga lainnya, setelah diteliti melalui studi arkeologi dan historiografi, lebih tepat dipahami sebagai pengaruh politik dan dominasi maritim, ketimbang pengendalian administratif secara menyeluruh.

Wilayah-wilayah tersebut berada di dalam status vasal atau daerah yang secara simbolis tunduk dan memberikan upeti, bukan di bawah pengelolaan langsung seperti wilayah inti di Jawa.

 

 

Kekuasaan Majapahit di luar Jawa lebih berupa hubungan diplomatik dan pengaruh melalui laut, dengan keberadaan ekspedisi militer sebagai langkah konfirmasi kesetiaan daerah-daerah yang menjadi bawahan.

Dengan demikian, penguasaan tersebut tidak dapat disebut sebagai kolonisasi langsung seperti yang dilakukan oleh kerajaan modern di waktu yang lebih belakangan, tetapi lebih merupakan pengaturan dan kerja sama dengan kerajaan-kerajaan lokal yang tetap mempertahankan kedaulatan mereka.

Ada juga yang perlu diperhatikan bahwa narasi nasionalisme Indonesia di era modern ini, seringkali menganggap kawasan Majapahit sebagai awal mula wilayah negara Indonesia yang ada saat ini.

 

Baca Juga: Berikut Jenis-jenis Pajak Pada Era Majapahit Kepemimpinan Hayam Wuruk

 

Hal ini berkontribusi pada interpretasi yang berlebihan mengenai kekuasaan Majapahit, sementara analisis kritis menunjukkan bahwa Majapahit lebih merupakan kerajaan maritim yang besar dengan pengaruh yang luas tetapi tidak memiliki pemerintahan administratif di seluruh wilayah tersebut.

Dengan demikian, pusat kekuasaan Majapahit terletak di Jawa Timur dan sekitarnya sebagai inti pemerintahan dan administrasi, sementara daerah lainnya lebih memiliki status sebagai wilayah pengaruh yang tunduk secara diplomatis,m emahami hal ini memberikan pandangan sejarah yang lebih realistis dan memperkaya pengetahuan tentang struktur kekuasaan Majapahit yang sesungguhnya.

Pendekatan kritis semacam ini memberikan dasar bagi para sejarawan dan masyarakat umum untuk memahami Majapahit tidak hanya sebagai mitos kekuasaan yang sangat luas, melainkan sebagai kerajaan dengan pengaruh strategis dan diplomatis yang signifikan dalam sejarah Nusantara. (Dzafir Kirana Adelia)

Editor : Martda Vadetya
#majapahit #madura #jawa timur #trowulan #bali #jawa tengah