Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jejak Perempuan Majapahit yang Menjaga Harmoni Nusantara

Imron Arlado • Senin, 20 Oktober 2025 | 12:00 WIB

Pakaian dan perhiasan pada era ini tidak hanya sekadar penampilan, melainkan sebagai sebuah simbol untuk menandai status sosial dan kekuasaan.
Pakaian dan perhiasan pada era ini tidak hanya sekadar penampilan, melainkan sebagai sebuah simbol untuk menandai status sosial dan kekuasaan.
Peran Perempuan dalam Menjaga Kejayaan Kerajaan Majapahit

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Dalam narasi sejarah yang mengangkat figur-figur terkenal seperti Gajah Mada dan Hayam Wuruk, keberadaan perempuan Majapahit sering kali tidak diperhatikan. 

Padahal, di balik singgasana emas dan keputusan politik yang mengguncang Nusantara, ada tangan-tangan lembut yang menjaga keseimbangan istana yaitu para perempuan Majapahit yang berperan sebagai penjaga spiritualitas, budaya, dan bahkan kekuasaan.

 

Baca Juga: Pakaian dan Perhiasan Majapahit: Simbol Kekuasaan dan Status Sosial

 

Dalam naskah Nagarakṛtāgama, Mpu Prapañca mencatat tentang atmosfer istana yang dipenuhi oleh wanita aristokrat, bhiksuni, dan pelayan putri yang memiliki tugas vital seperti melaksanakan upacara, mengatur ritual, dan menemani raja dalam pertemuan adat. 

Para perempuan ini bukan sekadar penghuni istana,  mereka adalah penjaga ritme kosmos, memastikan agar kekuasaan tetap berjalan dalam keseimbangan antara dharma (kebenaran) dan kama (kesenangan).

 

Baca Juga: Kesenangan Anak Majapahit: Permainan Tradisional yang Kaya Nilai dan Makna

 

Di luar tembok istana, perempuan dari kalangan rakyat juga memiliki peranan yang signifikan. Dalam sistem ekonomi Majapahit, mereka terlibat aktif di pasar sebagai pedagang, pengolah rempah, dan pemintal benang. 

Dokumen dalam Kidung Sundayana mengindikasikan bahwa pasar Majapahit dilindungi oleh pedagang wanita yang dikenal sebagai sosok yang jujur dan kuat, menandakan awal dari kemandirian ekonomi perempuan di Nusantara.

 

Baca Juga: Peran Vital Sungai Brantas Sebagai Jalur Perdagangan dan Pusat Pengembangan Kerajaan Majapahit

 

Di balik semua itu, perempuan Majapahit hidup dengan filosofi yang indah, yaitu “Wanodya pinanggih ring rahayu” yang artinya perempuan adalah pertemuan antara kelembutan dan keteguhan. 

Mereka tidak selalu berada di atas takhta, tetapi dari altar, dapur, dan ruang sunyi tempat munculnya doa serta kebijaksanaan. (Tri Yulia Setyoningrum)

Editor : Martda Vadetya
#Harmoni Istana #majapahit #budaya majapahit #sejarah jawa #perempuan Nusantara