Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jejak Pujangga Era Majapahit: Antara Kekayaan Dunia dan Kehidupan Bertapa

Imron Arlado • Minggu, 19 Oktober 2025 | 02:15 WIB
Kerajaan majapahit terdapat beberapa para pujangga yang memiliki kontribusi yang signifikan, dua diantaranya Mpu Prapanca dan Mpu Winada.
Kerajaan majapahit terdapat beberapa para pujangga yang memiliki kontribusi yang signifikan, dua diantaranya Mpu Prapanca dan Mpu Winada.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit adalah salah satu entitas kerajaan terkemuka di Nusantara yang mencapai masa puncaknya pada era Raja Hayam Wuruk, di balik keagungan kerajaan ini, terdapat beberapa para pujangga yang memiliki kontribusi signifikan dalam mendokumentasikan sejarah dan budaya kerajaan melalui karya sastra.

Dua pujangga yang paling terkenal adalah Mpu Prapanca dan Mpu Winada, Mpu Winada dikenal sebagai seorang pujangga yang diceritakan memiliki jumlah kekayaan yang sangat melimpah.

Namun, ia merasa tidak puas dengan harta yang dimiliki dan memutuskan untuk membagikan semua kekayaannya kepada orang-orang yang membutuhkan.

Tindakan besar ini mendorong Winada untuk meninggalkan kehidupannya yang serba material dan pergi ke dalam hutan untuk bertapa, mencari kebahagiaan sejati melalui pengalaman spiritual.

Ini tergambarkan dalam Kakawin Nagarakretagama, sebuah karya megah yang diciptakan oleh Mpu Prapanca yang menghormati Mpu Winada dengan sangat.

 

 

Selama masa pertapaannya, Winada menghadapi berbagai tantangan melawan hawa nafsunya yang terus-menerus mengganggunya, perjuangan batinnya ini menunjukkan sisi kemanusiaan seorang pujangga yang tidak hanya berjuang dengan karyanya namun juga dengan jiwanya.

Tujuan dari tapa brata Winada ialah untuk mencapai nirwana dan menjadi seorang pahlawan spiritual, sebuah ambisi mulia yang melampaui semua kesenangan yang bersifat duniawi.

Sementara itu, Mpu Prapanca merupakan pujangga terkemuka yang karyanya berkontribusi penting dalam mendokumentasikan kejayaan Majapahit.

Melalui kakawin Nagarakretagama yang terdiri dari 98 pupuh, Prapanca menggambarkan dengan rinci wilayah kekuasaan Majapahit dan tugas-tugas masing-masing daerah dalam memberikan upeti.

 

Baca Juga: Pakaian dan Perhiasan Majapahit: Simbol Kekuasaan dan Status Sosial

Karya ini berfungsi bukan hanya sebagai sebuah catatan sejarah, namun juga sebagai penghormatan yang mendalam kepada Raja Hayam Wuruk beserts keluarga, terutama nenek raja yaitu Rajapatni.

Mpu Prapanca sendiri dikenal sebagai individu yang sering kali tidak dapat menemukan kebahagiaan dalam hidupnya, meskipun menciptakan karya sastra yang luar biasa dan rinci, ia merasakan rasa rendah diri dan kesepian yang amat.

Dalam sejumlah karyanya, ia bahkan memilih untuk menggunakan nama samaran agar tidak dikenali oleh publik, serta lebih memilih untuk hidup sendiri dan bertapa sebagai bagian dari perjalanan batinnya.

Hal ini menegaskan bahwa pujangga Majapahit juga hanyalah manusia dengan berbagai emosi dan pergolakan jiwa.

 

 

Lebih jauh, Mpu Prapanca juga menciptakan karya sastra lain yang hingga sekarang belum sepenuhnya terungkap, karya-karya tersebut diduga masih tersimpan dalam naskah-naskah kuno yang belum banyak diteliti secara mendalam.

Ini memberikan peluang besar bagi para peneliti sejarah dan sastra untuk menggali lebih dalam mengenai para pujangga Majapahit, serta kontribusi mereka terhadap peradaban Nusantara.

Kedua pujangga ini tidak hanya berfungsi dalam mencatat sejarah tetapi juga menonjolkan aspek spiritual dan budaya dari Kerajaan Majapahit, mereka melukiskan kehidupan masyarakat di istana dengan segala kerumitannya, dari nuansa politik hingga kedalaman kehidupan batin.

 

 

Dengan mengaitkan catatan sejarah dan sastra, kita bisa memahami bahwa Majapahit bukan sekadar sebuah kerajaan besar dari sisi wilayah dan kekuatan militer, tetapi juga kaya dengan warisan budaya dan spiritual yang diwariskan melalui karya-karya para pujangganya.

Kisah Mpu Winada dan Mpu Prapanca adalah bukti nyata bagaimana perpaduan antara sastra dan spiritualitas berkontribusi mempengaruhi sejarah kejayaan Majapahit yang masih dikenang hingga kini. (Dzafir Kirana Adelia/Devi)

Editor : Martda Vadetya
#Kakawin Nagarakretagama #Dua #mpu winada #Pujangga #nusantara #kerajaan majapahit #mpu prapanca