JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Majapahit sering diakui sebagai kerajaan besar yang mencapai kejayaannya pada abad keempat belas. Luasnya wilayah kekuasaannya dikatakan membentang sangat luas, bahkan hingga bagian timur Indonesia.
Salah satu daerah yang disebut memiliki jejak Majapahit adalah Pulau Ambon, yang terletak di Maluku.
Meskipun tidak banyak dicatat dalam buku-buku sejarah, narasi dari masyarakat setempat menyimpan kisah menarik mengenai kedatangan utusan Majapahit di sana.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Al Mujabuddawat membahas cerita lama dari Negeri Ema, sebuah desa yang terletak di Pulau Ambon.
Penduduk mewarisi kisah setempat kisah turun-temurun tentang utusan Majapahit yang pernah berkunjung ke wilayah mereka. Kisah ini telah lama menjadi bagian dari kenangan kolektif masyarakat.
Untuk mengungkap kebenaran di balik kisah tersebut, peneliti melakukan dua langkah: mendengarkan cerita lisan dari para sesepuh desa serta mencari bukti fisik atau artefak dari masa lalu.
Dari pengakuan masyarakat, rombongan Majapahit datang bukan sebagai penjajah, melainkan sebagai tamu. Mereka membawa barang dan melakukan interaksi simbolik dengan penduduk setempat.
Peneliti juga menjelajahi daerah sekitar Negeri Ema. Dari hasil penelitian ditemukan berbagai benda seperti pecahan keramik dan peninggalan kuno yang diduga berasal dari zaman Majapahit.
Meski jumlahnya tidak banyak, penemuan ini cukup menegaskan narasi masyarakat bahwa kedatangan utusan tersebut bukan sekadar legenda.
Namun perlu dicatat bahwa Pulau Ambon tidak pernah dikuasai langsung oleh Majapahit. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara Majapahit dan Ambon lebih bersifat diplomatik dan kultural, bukan berdasarkan penaklukan atau pemerintahan resmi.
Ambon mungkin menjadi salah satu titik persinggahan dalam pelayaran Majapahit selama ekspedisi ke wilayah timur nusantara.
Hal ini sejalan dengan isi Kakawin Nāgarakŗtāgama, sebuah teks kuno Majapahit yang Menyebutkan nama-nama wilayah timur dalam jaringan hubungan kerajaan, termasuk Maluku.
Dalam konteks ini, Ambon berfungsi sebagai pintu gerbang untuk hubungan perdagangan dan budaya, bukan sebagai wilayah kekuasaan.
Penelitian ini memberikan pandangan baru mengenai sejauh mana pengaruh Majapahit tersebar.
Jika selama ini sejarah Majapahit sering terfokus pada daerah Jawa dan Bali, maka jejak di Ambon menunjukkan bahwa kerajaan ini juga memiliki kontak dengan wilayah timur Indonesia.
Cerita masyarakat Negeri Ema menjadi bukti bahwa sejarah tidak hanya tersimpan dalam teks kuno, tetapi juga dalam ingatan masyarakat lisan.
Tentu saja, penelitian ini memiliki batasan. Bukti artefak yang ditemukan masih terbatas, serta cerita lisan dapat mengalami perubahan seiring berjalannya waktu.
Oleh karena itu, para sejarawan dan arkeolog perlu terus mencari bukti tambahan agar kisah ini dapat semakin kuat dan jelas.
Namun, penelitian ini sangat penting. Hal ini membuka pandangan baru bahwa jejak Majapahit tidak hanya berhenti di Pulau Jawa saja.
Ada kisah yang tersebar dari barat hingga timur nusantara termasuk di Pulau Ambon, yang hingga saat ini masih menyimpan cerita tentang sejarah kerajaan besar itu
Dengan demikian, Ambon bukan sekadar pulau dengan pesona alam dan budaya, tetapi juga merupakan bagian dari sejarah panjang Majapahit.
Cerita masyarakat Negeri Ema menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini pengingat bahwa sejarah nusantara hidup dalam berbagai bentuk, tidak hanya dalam buku pelajaran. (Okta/Devi)
Editor : Martda Vadetya