Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Dari Brunei hingga Filipina, Begini Jejak Ekspansi Majapahit di Asia Tenggara

Imron Arlado • Kamis, 16 Oktober 2025 | 02:10 WIB
Dari Brunei hingga Filipina: Jejak Ekspansi Majapahit di Asia Tenggara
Dari Brunei hingga Filipina: Jejak Ekspansi Majapahit di Asia Tenggara

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit, yang berpusat di wilayah Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu kerajaan terbesar dan paling berpengaruh dalam sejarah Nusantara.

Pada abad ke-14, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya dan berhasil memperluas wilayah kekuasaan hingga meliputi sebagian besar kawasan Asia Tenggara.

Puncak kejayaan Majapahit terjadi di bawah kepemimpinan Prabu Hayam Wuruk, yang didampingi oleh Mahapatih Gajah Mada, sosok legendaris yang dikenal melalui ikrarnya, Sumpah Palapa.

Di bawah strategi dan kepemimpinan mereka, Majapahit berkembang menjadi kekuatan maritim yang disegani, dengan pengaruh politik, ekonomi, dan budaya yang meluas hingga ke luar perbatasan Jawa.

Wilayah kekuasaan Majapahit pada masa itu tidak hanya mencakup Jawa Timur dan Bali, tetapi juga menjangkau berbagai wilayah di Nusantara bahkan hingga ke beberapa negara di Asia Tenggara.

Catatan sejarah menyebutkan bahwa kerajaan ini memiliki hubungan dominan terhadap beberapa kerajaan di Semenanjung Malaya, sebagian wilayah Filipina, serta daerah-daerah di Kalimantan dan Sumatra.

 

Baca Juga: Mengungkap Jejak dan Pengaruh Kerajaan Majapahit di Kawasan Timur Indonesia

 

Berikut ini merupakan daftar negara-negara tetangga Indonesia yang diyakini pernah berada di bawah pengaruh atau kekuasaan Majapahit pada masa keemasannya.

 

Singapura

Kerajaan Majapahit tercatat beberapa kali melakukan invasi ke Kerajaan Tumasik, yang kini dikenal sebagai Singapura.

Pada masa pemerintahan raja kedua Tumasik, Sri Wikrama Wira, wilayah tersebut sempat jatuh ke tangan Majapahit sekitar tahun 1357-1362.

Namun, akibat konflik internal di dalam kerajaan, Tumasik sempat melepaskan diri sebelum akhirnya kembali direbut oleh Majapahit pada tahun 1390.

Raja terakhir Singapura, Parameswara, yang diyakini sebagai sosok yang sama dengan Iskandar Shah, terpaksa melarikan diri saat invasi besar terjadi. Sebelum serangan itu, kondisi internal kerajaan memang sudah goyah.

Salah satu pejabat tinggi Sang Rajuna Tapa, berbalik melawan Rajanya setelah sang anak yang merupakan salah satu selir Iskandar Shah dihukum dengan kejam karena dituduh berselingkuh.

 

Baca Juga: Dua Sosok Ini Jadi Simbol Kekuatan di Masa Kejayaaan Majapahit, Simak Kisah Lengkapnya!

 

Tindakan Iskandar Shah yang mempermalukan anak Sang Rajuna di depan umum menimbulkan dendam mendalam. Akibatnya, Sang Rajuna Tapa memilih bersekongkol dengan pasukan Majapahit.

Pada tahun 1398, Majapahit melancarkan serangan besar-besaran dengan mengerahkan ratusan kapal dan sekitar 200.000 prajurit, sebagaimana tercatat dalam salah satu sumber sejarah Singapura.

Dengan bantuan pengkhianatan Sang Rajuna yang membuka gerbang pertahanan, pasukan Majapahit berhasil masuk dan membumihanguskan kota.

Iskandar Shah pun melarikan diri ke arah utara dan membangun benteng baru di sekitar Sungai Bertam. Wilayah ini kelar berkembang menjadi pusat kekuasaan baru yang dikenal sebagai Kesultanan Malaka.

 

Malaysia

Kesultanan Malaka mencapai masa kejayaannya dan dikenal sebagai salah satu Pelabuhan utama sekaligus pusat perdagangan yang sangat berpengaruh di kawasan Asia Tenggara.

Wilayah kekuasaannya mencakup Semenanjung Malaya, Kepulauan Riau, hingga sebagian daerah di bagian utara Pulau Sumatera.

 

Baca Juga: Kisah Para Ratu Majapahit, Pendiri dan Penguasa Perempuan yang Membesarkan Kerajaan Nusantara

 

Menariknya, dalam pupuh XII hingga XV kitab Negarakertagama, disebutkan bahwa beberapa wilayah di Malaysia kini, dahulu termasuk dalam kekuasaan Majapahit.

Teks tersebut mencatat, ''Di Hujung Medini disebut Pahang yang terdepan, disusul Langkasuka, Saimwang, Kelantan, Trengganu. Johor, Paka, Muar, Dungun, Tumasik, Kelang, Kedah, Jerai, hingga Kanjapiniran, semuanya telah lama berada dalam naungan Majapahit''.

 

Brunei Darussalam, Timor Leste, dan sebagian Filipina

Menurut situs History Timelines, wilayah kekuasaan Kerajaan Majapahit pada masa kejayaannya membentang sangat luas hingga mencakup Brunei Darussalam, Timor Leste, dan sebagian Filipina.

Ekspansi besar-besaran ini menjadikan Majapahit sebagai kekuatan politik dan maritim paling dominan di Asia Tenggara pada masanya.

Pandangan serupa juga dikemukakan oleh Mohammad Yamin, seorang politikus sekaligus penulis.

Ia berpendapat bahwa pengaruh Majapahit meliputi bekas wilayah Hindia Belanda, jajahan Inggris seperti Boreno dan Malaya, hingga bekas wilayah jajahan portugis seperti Timor Leste, sebagian Filipina, dan Kamboja. (FADYA/Wulandari)

Editor : Martda Vadetya
#wilayah kekuasaan #mahapatih gajah mada #Prabu Hayam Wuruk #semenanjung malaya #Parameswara #kerajaan majapahit