Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jokotole, Sosok Pemuda Sakti Asal Madura yang Difitnah Patih Majapahit

Imron Arlado • Kamis, 16 Oktober 2025 | 01:50 WIB
Jokotole, pemuda sakti dari Madura, tetap teguh di tengah fitnah patih Majapahit. Legenda ini ajarkan arti kesetiaan dan kebenaran.
Jokotole, pemuda sakti dari Madura, tetap teguh di tengah fitnah patih Majapahit. Legenda ini ajarkan arti kesetiaan dan kebenaran.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Di balik sejarah panjang Majapahit, terdapat sebuah cerita rakyat Madura yang terus diingat dan diceritakan antar generasi.

Kisah ini bukan sekadar legenda cinta kerajaan, tetapi juga sebuah narasi tentang kesetiaan, ketulusan, dan penolakan terhadap fitnah.

Tokoh utama dari cerita ini adalah Jokotole, seorang pemuda yang memiliki kekuatan luar biasa, terkenal dengan sikap baik, tetapi menjadi korban dari intrik politik di dalam istana Majapahit.

Cerita ini awalnya terjadi di Sumenep, Madura. Pada saat itu, sebuah kerajaan kecil diperintah oleh Prabu Saccadiningrat dan istrinya, Dewi Sarini.

Dari pernikahan mereka lahirlah seorang putri cantik bernama Dewi Saini, yang lebih dikenal dengan sebutan Potre Koneng yang berarti Putri Kuning.

 

 

Kecantikan wajahnya serta kelembutannya membuat banyak pangeran dari berbagai penjuru ingin meminangnya.

Namun, Potre Koneng mempunyai pandangan yang berbeda dibandingkan putri-putri kerajaan lainnya.

Ia memilih untuk menjalani hidup yang sederhana dan ingin lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

Ia menolak berbagai tawaran lamaran dan memilih bertapa di gua Payudan, berharap bahwa Tuhan yang akan mempertemukan jodohnya di masa depan.

Tindakan tersebut menyebabkan ia dihormati, tetapi juga menimbulkan rasa penasaran di kalangan banyak orang mengenai siapa yang akan mampu merebut hatinya.

Di sisi lain, terdapat Jokotole, pemuda berkemampuan hebat dari Madura yang dikenal karena keberaniannya. Meskipun bukan dari kalangan bangsawan, ia sangat dikenal karena kebaikan dan kekuasaannya.

Ia menjalani kehidupan yang sederhana tanpa ambisi untuk mendapatkan kekuasaan. Kejujuran dan keberanian justru membuat banyak orang di istana mulai memperhatikannya. 

Akan tetapi, saat popularitas Jokotole meningkat, muncul pihak-pihak yang merasa terancam oleh keberadaannya. Seorang patih curang di Majapahit mulai menyebarkan rumor, menuduh Jokotole memiliki niat jahat terhadap kerajaan.

Fitnah tersebut dirangkai dengan sangat rapi, kabar burung mengalir, kepercayaan di istana mulai goyah, dan reputasi Jokotole tercemar.

Bagi orang biasa, fitnah sebesar itu mungkin dapat menghancurkan segalanya. Namun, tidak demikian halnya dengan Jokotole.

Ia memilih untuk tetap tenang dan membuktikan kebenaran melalui tindakan nyata, bukannya hanya lewat ucapan.

Dalam beberapa versi cerita rakyat, Jokotole berhasil menyelamatkan kerajaan dari ancaman luar dan melindungi Potre Koneng dari rencana jahat yang disusun oleh orang-orang di dalam istana.

 

 

Momen itu menjadi sebuah perubahan yang signifikan. Raja dan para bangsawan akhirnya menyadari siapa yang benar dan siapa yang tengah bermain peran.

Patih yang curang tersebut terjatuh akibat rencananya sendiri, sementara Jokotole justru semakin dihormati. Ia tidak hanya dikenal sebagai pahlawan, tetapi juga sebagai simbol keberanian dan kejujuran.

Legenda mengenai Jokotole dan Potre Koneng terus diceritakan hingga saat ini, terutama di Madura.

Cerita ini memiliki makna yang sangat relevan untuk zaman modern, bahkan untuk generasi Z sekalipun. Dalam situasi yang penuh tekanan, gosip, atau fitnah, integritas dan kebaikan hati tetap menjadi senjata terkuat.

Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa pahlawan seringkali bukan berasal dari kalangan bangsawan. Terkadang, mereka muncul dari masyarakat biasa yang memiliki hati yang besar.

Jokotole adalah buktinya. Pemuda yang memiliki kekuatan dari Madura ini menjadi simbol bahwa kebaikan akan selalu mendapatkan kemenangan, meskipun terkadang tersisih oleh sejarah. (Okta/Devi)

Editor : Martda Vadetya
#Jokotole #Putri kuning #madura #sumenep #cerita rakyat