Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Gamelan Majapahit, Simfoni yang Menjaga Dunia Tetap Seimbang

Imron Arlado • Kamis, 16 Oktober 2025 | 01:45 WIB

Gamelan Majapahit, simfoni yang menjaga dunia tetap seimbang
Gamelan Majapahit, simfoni yang menjaga dunia tetap seimbang

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Saat menyebutkan Majapahit, sering kali yang muncul dalam pikiran adalah kisah tentang sumpah Gajah Mada, deru konflik di Nusantara, atau keceriaan istana Trowulan. 

Namun di balik semua gegap gempita kejayaan itu, ada denting lembut yang turut membangun peradaban, yaitu musik gamelan.

Musik ini bukan hanya sekadar hiburan bagi kalangan istana, melainkan juga manifes dari jiwa, media komunikasi, dan simbol ketentraman kosmis yang merupakan komponen penting dalam kehidupan di Majapahit. 

Dalam Nagarakrtagama karya Mpu Prapanca, disebutkan bahwa setiap upacara kerajaan selalu diiringi musik dan tarian.

Relief pada Candi Panataran dan Candi Surowono pun menunjukkan musisi yang memainkan alat seperti rebab, kendang, dan gong. 

Dari sana, kita tahu bahwa seni musik Majapahit adalah bagian integral dari kehidupan spiritual dan budaya mereka. Di kalangan istana, peran musik sangat beragam.

 

Baca Juga: Sosok Mpu Nambi, Mahapatih Pertama Majapahit yang Gugur Karena Fitnah

 

Saat upacara persembahan, gamelan dimainkan untuk mengiringi tarian sakral seperti Wirama Gandrung atau Puspanjali. Suara gong dan kendang yang lembut dianggap dapat mendatangkan berkat dari para dewa.

Namun, musik juga menjadi alat diplomasi. Saat tamu dari Champa, Siam, atau Tiongkok berkunjung, para musisi Majapahit membawakan gending sambutan yang megah.  

Suara gamelan menjadi tanda penghormatan, sekaligus pernyataan budaya bahwa Majapahit bukan hanya kuat di medan perang, tetapi juga unggul dalam rasa dan seni.

Walaupun alunan musik dari istana terasa megah, di desa-desa di sekitar kerajaan juga terdapat melodi sederhana yang hidup. Masyarakat memainkan alat dari bambu, kayu, dan kulit, membentuk irama yang akrab dalam keseharian. 

  

Musik mengiringi perayaan panen, kelahiran, dan selamatan. Musik bagi rakyat Majapahit bukan sekadar hiburan, tetapi cara menjaga harmoni sosial.

Ia menyatukan komunitas, memisahkan batas antara bangsawan dan rakyat, serta menjadi sarana penyampaian pesan moral. 

Dalam setiap irama, tersimpan pelajaran tentang kebersamaan dan keseimbangan. Para pemain gamelan harus peka dan sinkron satu sama lain. Tak ada yang boleh menonjol.

Filsafat ini mencerminkan pandangan hidup Majapahit bahwa keharmonisan lahir ketika semua elemen beroperasi seimbang. Musik bukan tentang siapa yang paling keras, tapi siapa yang paling mampu mendengar.

Di Trowulan, kelompok seni modern mulai mengeksplorasi dan merekonstruksi alat musik kuno berdasarkan hasil temuan arkeologi.

Setiap kali mereka menabuh gong replika buatan lokal, suara logam itu bergema pelan di udara Mojokerto seolah memanggil kembali roh kebesaran yang telah lama tertidur di tanah merah Majapahit.

 

Baca Juga: Kisah Pemberontakan Ranggalawe, Tokoh Penting Majapahit yang Berakhir Ditangan Kebo Anabrang

 

Setiap denting gamelan Majapahit adalah napas sejarah yang sampai kini masih terasa bergetar.

Ia mengajarkan bahwa kejayaan sejati bukan hanya tentang menaklukkan dunia luar, tetapi juga tentang menjaga harmoni di dalam diri dan di antara sesama. (Tri Yulia Setyoningrum/Devi)

Editor : Martda Vadetya
#budaya jawa #majapahit #Harmoni Semesta #warisan leluhur #Gamelan Nusantara