Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Kisah Para Ratu Majapahit, Pendiri dan Penguasa Perempuan yang Membesarkan Kerajaan Nusantara

Imron Arlado • Rabu, 15 Oktober 2025 | 03:00 WIB
Setelah Raden Wijaya, posisi raja dilanjutkan oleh keturunannya, termasuk seorang penguasa perempuan yang sangat terkenal, yaitu Tribhuwana Tunggadewi.
Setelah Raden Wijaya, posisi raja dilanjutkan oleh keturunannya, termasuk seorang penguasa perempuan yang sangat terkenal, yaitu Tribhuwana Tunggadewi.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit dikenal sebagai salah satu kerajaan besar dalam sejarah Nusantara yang berdiri pada akhir abad ke-13.

Pendiri sekaligus raja pertama Majapahit adalah Raden Wijaya, seorang tokoh yang berhasil membangun kerajaan ini setelah menaklukkan berbagai musuh, termasuk penguasa Kediri, Jayakatwang, dan pasukan Mongol yang datang dari Dinasti Yuan di Tiongkok.

Raden Wijaya mendapatkan wilayah berupa hutan Tarik dari Jayakatwang untuk membangun kerajaan baru, nama Majapahit sendiri diambil dan terinspirasi dari sebuah buah maja yang berasa pahit, melambangkan sikap dan perjuangan keras yang harus dilalui untuk membangun kerajaan tersebut.

 

 

Setelah mengalahkan Jayakatwang bersama pasukan Mongol, Raden Wijaya kemudian berakhir mengkhianati sekutu Mongol sehingga mereka terpaksa mundur dari Jawa. Pada masa pemerintahannya, Majapahit mulai tumbuh menjadi kekuatan penting di wilayah Nusantara.​

Setelah Raden Wijaya, posisi raja dilanjutkan oleh keturunannya, termasuk seorang penguasa perempuan yang sangat terkenal, yaitu Tribhuwana Tunggadewi.

Tribhuwana atau yang memiliki nama asli Dyah Gitarja adalah putri Raden Wijaya bersama Gayatri Rajapatni. Ia menjadi ratu pada tahun 1328 setelah wafatnya kakak tirinya, Raja Jayanegara.

Sebagai ratu, Tribhuwana menunjukkan kepemimpinan yang kuat dan cerdas, mampu menaklukkan berbagai daerah dan memperluas pengaruh kerajaan Majapahit di Nusantara. 

 

 

Ia juga dikenal berhasil menekan pemberontakan dan mengangkat Patih Gajah Mada yang kemudian menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah kerajaan tersebut, Tribhuwana menjadi simbol penguasa perempuan pertama yang setara dalam memimpin kerajaan besar di Jawa.​

Selain Tribhuwana, terdapat juga ratu terakhir Majapahit yang dikenal, yaitu Dewi Suhita.

Meskipun pemerintahannya terjadi di masa kerajaan mulai melemah, Dewi Suhita tetap dan selalu berusaha menjaga stabilitas dan ketenangan kerajaan di tengah pergolakan yang ada, seperti pada perang Paregreg.

Kisahnya menjadi inspirasi bagi banyak generasi dikarenakan ketangguhan dan sikap tenang yang ia miliki dalam menghadapi masalah besar dalam kerajaan.

Meski sejarah tentang Dewi Suhita tidak terlalu banyak tercatat dan masih diperdebatkan, perannya sebagai ratu perempuan yang memimpin Majapahit hingga akhir masa kejayaannya tetap dikenang hingga kini.​

 

 

Kisah raja dan ratu Majapahit ini tidak hanya menunjukkan kehebatan para penguasa dalam mempertahankan wilayah dan memperluas kekuasaan, tetapi juga memperlihatkan peran penting perempuan sebagai pemimpin yang mampu membawa kemajuan dan kejayaan.

Dari pendirian Majapahit oleh Raden Wijaya hingga era kejayaan di bawah Tribhuwana Tunggadewi dan kelanjutan kepemimpinan Dewi Suhita, kerajaan ini menjadi warisan penting dalam sejarah Indonesia dan Nusantara. (Dzafir Kirana Adelia/Devi)

Editor : Martda Vadetya
#raja #majapahit #dikenang #ratu #nusantara #kerajaan