JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Majapahit sering diingat karena keberhasilannya menguasai Nusantara dan berpartisipasi dalam perdagangan internasional.
Namun, dibalik itu terdapat salah satu bilik indah lain yang jarang disorot yaitu cita rasa kuliner dari zaman kerajaan Majapahit yang digadang-gadang spektakuler.
Menurut para peneliti arkeolog dan etnolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta serta Universitas Udayana, banyak bukti masakan Majapahit yang ditemukan dalam berbagai peninggalan seperti prasasti, naskah kuno, dan artefak yang ada di situs Trowulan.
Beberapa diantaranya menyebut dengan istilah seperti rare angon (olahan daging kambing muda), ikan wader, bubur sumsum, dan berbagai jenis lawar (campuran sayuran dan bumbu).
Baca Juga: Penggali Kubur Temukan Arca Dewa Diduga Peninggalan Majapahit, BPKW XI Bakal Beri Rekomendasi
Temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masa itu memang sudah mengenal sistem dapur yang lengkap, dengan pembagian makanan yang berbeda berdasarkan status sosial dan makanan yang digunakan untuk upacara tertentu.
Adapun hal menarik lainnya, diperkirakan kuliner Majapahit tidak berasal dari tradisi lokal Jawa saja. Karena Majapahit merupakan kerajaan maritim, maka masakan mereka juga terpengaruh oleh luar negeri seperti India, Arab, dan Cina.
Dari India para masyarakat Majapahit mendapatkan bagaimana teknik pengolahan santan serta rempah-rempah, dari Cina mereka mendapatkan fementasi serta penggunaan saus, sedangkan dari Arab datanglah cita rasa manis dari madu hingga kurma.
Kombinasi ini membentuk identitas masakan Nusantara yang kaya rasa hingga kini. Sayangnya, banyak resep kuliner Majapahit yang hilang karena ditelan zaman.
Baca Juga: Apa Saja Hidangan Khas di Era Majapahit? Yuk, Intip Sederet Kuliner Warisan Nusantara Ini!
Tidak ada resep yang tersisa dari abad ke-14, tetapi budaya lidah masyarakat Jawa Timur dianggap sebagai petunjuk untuk menelusuri rasa masa lalu. Peneliti kuliner sejarah, seperti Prof.
Pudentia MPSS dan arkeolog Dwi Cahyono, menyebut bahwa kajian leksikon kuliner dan sisa artefak dapur kerajaan membuka peluang untuk merevitalisasi warisan gastronomi Majapahit.
Saat ini sudah banyak upaya merekonstruksi masakan Majapahit yang dilakukan di berbagai tempat di Jawa Timur, seperti desa wisata Trowulan, serta restoran di Mojokerto dan Surabaya.
Lewat riset arkeologi kuliner, Indonesia bukan hanya berpeluang menghidupkan kembali rasa masa lampau, tetapi juga menjadikannya sebagai identitas gastronomi nasional yang dapat bersaing di dunia internasional. (Tri Yulia Setyoningrum/Devi)
Editor : Martda Vadetya