JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Di antara kisah-kisah megah yang lahir dari masa kejayaan Majapahit, satu legenda tetap menggema lintas zaman yaitu Sumpah Palapa.
Diucapkan oleh Mahapatih Gajah Mada, sumpah ini menjadi simbol ambisi besar kerajaan Majapahit untuk menyatukan seluruh wilayah Nusantara di bawah satu panji kekuasaan.
Namun, di balik kata-katanya yang sederhana, tersimpan makna politik, budaya, dan spiritual yang mendalam. Sumber tertulis mengenai sumpah ini berasal dari Pararaton (Kitab Raja-Raja), sebuah kronik Jawa yang ditulis beberapa abad setelah masa Majapahit.
Meski tidak seluruh isinya dianggap sepenuhnya faktual, kisah tentang Sumpah Palapa diperkuat oleh naskah Nagarakretagama karya Mpu Prapanca yang ditulis pada tahun 1365 M.
Dalam kakawin tersebut, digambarkan Majapahit sebagai kerajaan besar dengan jaringan kekuasaan luas, dari Sumatra, Kalimantan, hingga wilayah timur Nusantara.
Catatan ini memperlihatkan bahwa ambisi penyatuan yang diikrarkan Gajah Mada bukan sekadar mitos, tetapi visi politik yang benar-benar dijalankan.
Majapahit sendiri merupakan kerajaan maritim yang kuat, berperan penting dalam perdagangan internasional Asia Tenggara abad ke-14.
Baca Juga: Sumpah Palapa Gajah Mada, Semangat Pengorbanan untuk Persatuan Nusantara
Letaknya yang strategis di Jawa Timur menjadikannya pusat ekonomi, diplomasi, dan budaya. Melalui jaringan perdagangan rempah, Majapahit menjalin hubungan dengan berbagai kerajaan di seberang lautan.
Karena itulah, ketika Gajah Mada berbicara tentang “menyatukan Nusantara”, yang dimaksud bukan sekadar penaklukan militer, melainkan penguasaan jalur dagang, aliansi politik, dan kesetiaan simbolis terhadap pusat kekuasaan Majapahit.
Sumpah Palapa menjadi pengingat bahwa sebuah janji bisa melampaui batas waktu. Ia bukan hanya pernyataan ambisi pribadi seorang mahapatih, tetapi juga cerminan dari cita-cita kolektif tentang persatuan dan kejayaan.
Baca Juga: Perempuan Majapahit Jadi Komponen Vital di Balik Kesuksesan Kerajaan
Di tengah perbedaan suku, budaya, dan wilayah, kisah Gajah Mada terus menginspirasi, bahwa kekuatan sejati sebuah bangsa terletak pada semangatnya untuk bersatu. (Tri Yulia Setyoningrum)
Editor : Martda Vadetya