Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Diplomasi Unggul Mengokohkan Kedigdayaan Majapahit di Asia Tenggara

Imron Arlado • Minggu, 5 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, Majapahit ini berhasil membangun koneksi diplomatik yang kokoh dengan berbagai kerajaan dan kekuatan luar.
Pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, Majapahit ini berhasil membangun koneksi diplomatik yang kokoh dengan berbagai kerajaan dan kekuatan luar.

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit, yang mengalami masa kejayaan antara abad ke-13 hingga abad ke--15, tidak hanya terkenal karena kekuatan militernya, tetapi juga karena keahlian diplomasi yang luar biasa yang menjadikannya sebagai pusat kekuasaan utama di wilayah Asia Tenggara.

Pada masa kekuasaan Hayam Wuruk, seorang raja Majapahit yang sedang bersinar, kerajaan ini berhasil membangun koneksi diplomatik yang kokoh dengan berbagai kerajaan dan kekuatan luar, yang berimbas pada perluasan pengaruh politik, ekonomi, dan budaya Majapahit di seluruh kawasan Nusantara dan Asia Tenggara.

Politik luar negeri Majapahit tidak hanya berorientasi pada kegiatan perdagangan, kerajaan ini menerapkan beragam metode diplomasi, termasuk pengiriman misi-misi diplomatik, pemberian hadiah, serta perkawinan politik di antara keluarga kerajaan.

 

 

Pendekatan ini dikenal sebagai "Mitra Satata," yang mencerminkan usaha untuk membina hubungan baik dan memberikan perlindungan bagi rekan-rekan kerajaannya, demi menjaga stabilitas kawasan sekaligus menguatkan posisi Majapahit sebagai kekuatan maritim utama pada waktu itu.

Salah satu contoh paling signifikan dari hubungan diplomatik adalah interaksi dengan Dinasti Yuan dan Ming dari Tiongkok. Majapahit secara teratur mengirimkan delegasi untuk menciptakan hubungan perdagangan dan politik, sementara Tiongkok berfungsi sebagai salah satu mitra dagang utama.

Komoditas seperti rempah-rempah, kain sutra, dan keramik diperdagangkan diantara kedua kerajaan ini, menurut arsip sejarah Tiongkok. Hubungan dengan Tiongkok kini berkontribusi pada penguatan stabilitas ekonomi dan politik di Majapahit, serta meningkatkan reputasi kerajaan ini di panggung internasional.

Interaksi dengan kerajaan-kerajaan lainnya di Asia Tenggara juga memainkan peran penting, Majapahit menjalin aliansi dengan Kerajaan Champa, yang saat itu terletak di wilayah Vietnam modern, sebagai bentuk kerja sama melawan ancaman dari kerajaan Siam yang berada di Thailand.

 

 

Hubungan ini memiliki dimensi ekonomi, militer, dan politik, yang menunjukkan fungsi sentral Majapahit dalam mempertahankan keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut.

Hal yang sama berlaku untuk hubungan dengan kerajaan di Kamboja dan Siam, dimana Majapahit memadukan diplomasi damai dengan kekuatan untuk memperkuat dominasi.

Selain aspek politik dan ekonomi, pengaruh budaya dan agama juga disebarkan melalui jaringan diplomasi tersebut. Majapahit mengenalkan seni dan ajaran Hindu-Buddha ke daerah sekitarnya, yang meninggalkan warisan budaya yang mendalam di Asia Tenggara.

 

 

Keberhasilan diplomasi Majapahit menegaskan bahwa ukuran kekuatan suatu keajaan tidak hanya dilihat dari sisi militer semata, tetapi juga dari kemampuan politik dan diplomasi yang mampu membangun serangkaian aliansi yang kokoh, pendekatan ini menjadi sumber inspirasi penting bagi pemerintahan masa kini dalam menjalin hubungan internasional.

Dengan strategi diplomatik yang matang serta pengaruh yang luas di Asia Tenggara, Majapahit layak menjadi lambang kejayaan serta pusat kebudayaan dan politik dominan di area itu selama periode tersebut. (Dzafir Kirana Adelia/Linda)

Editor : Martda Vadetya
#diplomasi #kerajaan siam #Abad ke 15 #mitra satata #abad ke 13 #hingga #kerajaan majapahit #asia tenggara