Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Situs Petirtaan Candi Tikus Trowulan, Berikut Cerita Mitos yang Menyertainya

Imron Arlado • Rabu, 24 September 2025 | 23:48 WIB
Candi Tikus Trowulan, Situs Petirtaan dan Cerita Mitos yang Menyertainya
Candi Tikus Trowulan, Situs Petirtaan dan Cerita Mitos yang Menyertainya

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Candi Tikus merupakan situs bersejarah peninggalan Kerajaan Majapahit yang kini menjadi objek wisata populer di Mojokerto, Jawa Timur.

Masyarakat sekitar percaya bahwa candi ini menyimpan mitos unik terkait keberkahan dan keajaiban untuk melindungi sawah dari serangan hama tikus.

Candi yang terletak di Desa Temon, Kecamatan Trowulan ini awalnya disebut "Candi Tikus" karena lokasi penemuannya yang penuh dengan sarang tikus.

Penemuan candi kembali terjadi pada tahun 1914 dan pemugaran besar-besaran dilakukan pada 1980-an.

Bangunan candi tersebut berfungsi sebagai petirtaan atau tempat mandi suci yang diperkirakan dibangun pada abad ke-13 sampai abad ke-14.

 

 

Candi ini memiliki menara utama di tengah dan dikelilingi oleh beberapa menara kecil serta puluhan pancuran air berbentuk makara dan bunga teratai yang menambah nilai arsitektur dan spiritual candi.

Menurut cerita masyarakat setempat, sebuah keajaiban pernah terjadi ketika sawah di daerah tersebut diserbu hama tikus yang merusak tanaman.

Seorang petani mendapat wangsit untuk mengangkat air dari Candi Tikus dan menyiramkan ke area sawah. Setelah itu, tikus-tikus menghilang dan tanah menjadi subur.

Namun, kepercayaan ini harus dijaga dengan ketat, karena ketika seorang saudagar mencuri batu dari candi untuk kepentingan pribadi, hama tikus kembali menyerang dan menghancurkan panen para petani.

 

Baca Juga: Inilah 5 Fakta Kerajaan Majapahit yang Jarang Diketahui Publik! Salah Satunya Punya Wilayah Kekuasaan yang Luas

 

Oleh karena itu, warga Desa Temon meyakini bahwa air dari Candi Tikus membawa berkah, sedangkan fisik bangunan candi harus dilindungi dan tidak boleh diganggu gugat.

Secara historis, Candi Tikus bukan hanya tempat ritual keagamaan, tetapi juga sebagai simbol kejayaan Kerajaan Majapahit yang pernah menguasai wilayah Nusantara.

Fungsi candi sebagai petirtaan menunjukkan pentingnya ritual bersuci dan meditasi dalam budaya Jawa pada masa itu.

 

 

Di masa lalu, keluarga kerajaan Majapahit dipercaya menggunakan tempat ini untuk mandi ritual dan memohon keselamatan serta kemakmuran.

Kini, Candi Tikus menjadi destinasi wisata sejarah dengan tiket masuk yang sangat terjangkau, sehingga pengunjung baik dari dalam maupun luar daerah dapat mengenal lebih dalam kebudayaan serta misteri yang terkandung di dalamnya.

Keberadaan candi ini juga melengkapi kompleks arkeologi Trowulan yang menjadi pusat pemerintahan Majapahit. 

Dengan kombinasi nilai sejarah dan mitos yang melekat, Candi Tikus tetap menjadi warisan budaya yang dihormati dan dijaga masyarakat setempat hingga saat ini. (Devi/Linda)

Editor : Martda Vadetya
#candi tikus #majapahit #mitos #hama tikus #situs petirtaan #peninggalan