JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kerajaan Majapahit dibangun pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya dan berkembang menjadi salah satu kekuatan terbesar di Nusantara, terutama pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.
Di era itulah Majapahit mencapai puncak kekuasaannya, baik dalam bidang politik maupun ekonomi. Kekuasaan Majapahit mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia bahkan sampai ke Semenanjung Malaya.
Salah satu faktor yang mendukung kemakmuran Majapahit adalah kondisi alam yang mendukung. Tanah di Jawa, terutama di sekitar sungai Brantas dan Bengawan Solo sangat subur, sehingga mendorong hasil pertanian yang tinggi.
Sungai-sungai ini bukan hanya mengairi lahan pertanian, tetapi juga menjadi jalur transportasi utama. Barang dari daerah dalam daratan dikirim ke pesisir melalui sungai, lalu diangkut ke luar negeri melalui pelabuhan laut.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan ekonomi. Pemerintah membangun jalan, jembatan, tanggul untuk mengatasi banjir, serta pelabuhan di pantai utara Jawa. Di beberapa tempat sepanjang sungai, dibuat tempat penyeberangan yang sangat memudahkan lalu lintas antardaerah.
Fasilitas ini membuat mobilisasi orang dan barang lebih mudah. Dengan akses yang lebih baik antara pusat kerajaan dan wilayah-wilayah terpecil, distribusi hasil pertanian dan barang dagangan menjadi efektif.
Masyarakat Majapahit hidup cukup makmur. Berdasarkan Berita China yang ditulis oleh seorang pedagang bernama Wang Yuan pada masa pemerintahan Tribhuwana Wijayatunggadewi (1328–1350), Jawa pada masa itu padat penduduknya, hasil panen padi melimpah, serta produksi lada, garam, dan kain yang cukup besar untuk dikirim ke luar negeri.
Masyarakat juga menggunakan mata uang seperti gobog (tembaga), koin perak, timah putih, timah hitam, dan tembaga untuk memudahkan transaksi dagang. Pertanian menjadi sumber penghasilan utama bagi penduduk Majapahit.
Mereka menanam padi di sawah dan ladang, menggunakan sistem tanam bergilir untuk menjaga kesuburan tanah dan kelangsungan produksi dalam jangka panjang. Selain itu, sektor perdagangan baik dalam negeri maupun luar negeri juga memberi kontribusi signifikan terhadap perekonomian.
Komoditas seperti rempah-rempah (lada, cengkeh), logam (emas, perak), serta barang tekstil (sutra, katun) sangat diminati. Hasil laut seperti mutiara, cendana, dan produk hutan juga menjadi bagian dari sumber kekayaan.
Dari sisi sosial, masyarakat Majapahit memiliki perbedaan peran dan tingkat sosial. Petani, pedagang, pengrajin, pejabat, dan bangsawan memiliki fungsi yang berbeda dalam struktur sosial dan ekonomi.
Kehidupan sehari-hari petani bergantung pada musim, air, dan kondisi tanah, sementara pedagang bergerak bebas menggunakan jaringan sungai dan pelabuhan untuk memperluas bisnisnya.
Meskipun terdapat perbedaan, masyarakat secara umum menikmati stabilitas ekonomi dan akses terhadap barang-barang kebutuhan pokok serta beberapa barang mewah.(RIZMA)
Editor : Martda Vadetya