JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar dan terakhir yang beraliran Hindu Buddha di kawasan Nusantara, didirikan pada tahun 1293 M.
Raden Wijaya mendirikan kerajaan tersebut setelah berhasil mengalahkan pasukan Mongol dan pemberontakan Jayakatwang.
Majapahit tumbuh pesat dan mencapai puncak kejayaannya di bawah pemerintahan Hayam Wuruk dari tahun 1350 hingga 1389, dengan Mahapatih Gajah Mada yang dikenal dengan legendaris Sumpah Palapa.
Di masa pemerintahan mereka tersebut, wilayah kekuasaan Majapahit meliputi hampir seluruh Nusantara dan sebagian besar wilayah Asia Tenggara.
Namun, setelah masa kejayaan tersebut, Majapahit mulai mengalami penurunan yang disebabkan oleh konflik internal yang dinamakan Perang Paregreg yang berlangsung antara tahun 1404 hingga 1406.
Perang tersebut merupakan konflik saudara antara dua garis keturunan kerajaan, yaitu Bhre Wirabhumi, anak tiri Hayam Wuruk, dan Wikramawardhana, yang merupakan menantu serta pewaris resmi tahta Kerajaan Majapahit.
Persaingan untuk mendapatkan kekuasaan ini menciptakan konflik berdarah yang mengganggu stabilitas kerajaan.
Perang Paregreg berlangsung dengan intens selama dua tahun lamanya dan menyebabkan kehancuran pada infrastruktur penting, termasuk istana dan fasilitias pemerintahan.
Peperangan tersebut mengakibatkan banyaknya korban jiwa, baik di kalangan prajurit maupun warga sipill, yang menyebabkan sebuah kemunduran pada kekuatan militer dan politik kerajaan.
Selain itu, perang tersebut memaksa Majapahit untuk membayar kompensasi besar kepada nnegara lain, seperti Tiongkok, yang sebelumnya menjalin hubungan diplomatik dan perdagangan, sehingga menyebabkan beban ekonomi yang begitu berat untuk kerajaan.
Konsekuensi dari peperangan saudara ini tidak terbatas pada kerusaka fisik dan penurunan ekonomi, tetapi juga membuar pengaruh Majapahit di wilayah-wilayah yang dikuasainya melemah.
Banyak sekali daerah di luar Pulau Jawa yang mulai memisahkan diri, sehingga kekuasaan Majapahit mengalami pengurangan yang signifikan.
Perpercahan di dalam kerajaan ini memberikan jalan bagi munnculnya kekuatan baru, seperti Kesultanan Demak yang pada akhirnya menguasai sebagian besar wilayah Jawa dengan penyebaran agama Islam.
Masa setelah terjadinya Perang Paregreg ditandai dengan ketidakstabilan politik dan penurunan dalam kepemimpinan, sehingga Majapahit tidak pernah sepenuhnya bangkit kembali.
Pada tahun 1527, Kesultanan Demak menyerang dan merebut pusat pemerintahan Majapahit yang menandai berakhirnya Kerajaan Hindu Buddha terbesar di Nusantara.
Kejatuhan Majapahit membuka lembaran baru dalam sejarah Indonesia, dengan masuknya pengaruh Islam yang kuat di kawasan tersebut.
Dengan drmikisn, perang saudara tersebut bukan hanya sekadar perebutan tahta biasa, melainkan merupakan simbol kemunduran dan kejatuhan sebuah kekaisaran yang pernah menjadi pusat kemakmuran dan kekuatan di Asia Tenggara.
Pembelajaran yang bisa diambil dari Perang Paregreg adalah pentingnya persatuan dan kepemimpinan yang bijaksana untuk menjaga keberlangsungan dan kejayaan suatu negara. (Dzafir Kirana Adelia/Devi)
Editor : Martda Vadetya