Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Mengenal Sejumlah Candi Peninggalan Kerajaan Majapahit yang Ditemukan di Mojokerto

Imron Arlado • Kamis, 11 September 2025 | 12:00 WIB
Candi-candi Peninggalan Kerajaan Majapahit.
Candi-candi Peninggalan Kerajaan Majapahit.

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar di Indonesia dengan wilayah kekuasaan dan pengaruh yang sangat luas.

Tidak heran jika banyak peninggalan pada masa kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 ini.

Beberapa peninggalan Kerajaan Majapahit yang populer yakni Candi Wringin Lawang, Candi Brahu, dan Candi Tikus, juga dapat ditemukan di kawasan Trowulan. Berikut beberapa candi-candi yang ditemukan di Trowulan, Mojokerto:

  1. Candi Tikus

Candi Tikus ini terletak di Dusun Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Candi ini berbentuk petirtaan, tetapi masyarakat lebih mengenal dengan sebutan Candi Tikus, lantaran saat pertama kali ditemukan, tempat ini menjadi sarang tikus.

Candi Tikus pertama kali ditemukan pada 1914 oleh warga Desa Temon. Kemudian, atas instruksi dari Bupati Mojokerto kala itu, Kromojoyo Adinegoro, dilakukan penggalian menyeluruh pada situs yang masih tertimbun hingga akhirnya seluruh struktur bangunannya tersingkap.

 

 

  1. Candi Bajang Ratu

Candi yang berbentuk gapura peninggalan Kerajaan Majapahit ini terletak di Jalan Candi Bajang Ratu, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Candi Bajang Ratu berfungsi sebagai gerbang menuju bangunan suci yang dibangun untuk memperingati wafatnya Jayanegara, raja kedua Majapahit yang berkuasa pada 1309–1328.

Hal tersebut termuat dalam Kitab Pararaton yang menyatakan bahwa “Sira ta dhinarmeng kapopongan, bhisaka ring Crnggapura pratista ring Antawulan.”

Crnggapura yang dimaksud sama dengan Cri Ranggapura dalam Kitab Nagarakertagama. Sementara Antawulan dalam Pararaton sama dengan Antarsasi dalam Nagarakertagama.

Dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa dharma (bangunan suci) Raja Jayanegara berada di Kapopongan atau Crnggapura atau Cri Ranggapura yang berada di Antawulan atau Trowulan.

  1. Candi Gentong

Candi Gentong adalah satu kesatuan dari Candi Tengah dan Candi Gedong. Candi peninggalan Kerajaan Majapahit ini berada di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Mojokerto.

Candi Gentong adalah candi bercorak Buddha. Berdasarkan hasil analisis carbon dating dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Bandung, candi ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 1370 pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.

Pembangunannya ditujukan untuk upacara Sraddha sebagai peringatan wafatnya ibu Hayam Wuruk, Tribhuwana Tunggadewi. Upacara tersebut dimaksudkan sebagai doa demi kesejahteraan pemerintahan.

  1. Candi Brahu

Candi Brahu terletak di Dukuh Jambu Mente, Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Candi Brahu diduga berasal dari istilah Wanaru atau Warahu, yakni nama sebuah bangunan suci yang tercantum dalam Prasasti Tembaga Alasantan.

Prasasti tersebut ditemukan sekitar 45 meter di sebelah barat Candi Brahu.

Candi Brahu diperkirakan berfungsi sebagai tempat kremasi raja-raja Brawijaya. Namun, hasil penelitian tidak menemukan sisa abu maupun jenazah, sebab ruang dalam candi kini telah kosong.

 

 

  1. Candi Wringin Lawang

Peninggalan Kerajaan Majapahit ini terletak di Desa Jatipasar, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.

Candi atau Gapura Wringin Lawang merupakan bangunan bersejarah berbentuk gapura belah terbuka tanpa atap, yang dikenal dengan tipe candi bentar.

Nama Wringin Lawang berasal dari kata lawang yang berarti pintu, serta keberadaan pohon beringin yang dahulu tumbuh di sekitar bangunan dan mengapit gapura tersebut.

Candi Wringin Lawang dibangun dari batu bata merah tanpa ornamen. Bentuknya berupa candi yang terbelah menjadi dua bagian dengan jarak tertentu dan tanpa atap penutup.

Gaya arsitektur semacam ini dikenal sebagai Candi Bentar, Gapura Gapit, atau Gapura Belah. (LINDA/Devi)

Editor : Martda Vadetya
#mojokerto #candi tikus #candi gentong #candi bajang ratu #candi brahu #kerajaan majapahit