Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Warisan Ritual Era Majapahit di Mojokerto, Tradisi yang Terus Hidup di Tengah Modernitas

Imron Arlado • Rabu, 10 September 2025 | 12:00 WIB
Salah satu ritual yang sampai saat ini masih kerap dilakukan
Salah satu ritual yang sampai saat ini masih kerap dilakukan

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Mojokerto dikenal sebagai kota yang menjadi pusat  kejayaan Kerajaan Majapahit tak hanya menyimpan peninggalan berupa bangunan candi dan situs-situs bersejarah.

Hingga kini, warisan ritual yang terjadi di zaman Majapahit masih terjaga melalui beberapa upacara adat yang dijalankan oleh masyarakat setempat.

Tradisi seperti sesaji, doa untuk keselamatan, hingga upacara yang menggabungkan unsur Hindu-Buddha dengan kearifan lokal.

Hal ini menjadi bukti bahwa nilai spiritual Majapahit tetap hidup meski zaman terus berkembang modern.

Salah satu ritual yang masih dijalankan hingga saat ini yaitu upacara sesaji di situs-situs peninggalan Majapahit, seperti Candi Tikus, Candi Brahu, Petirtaan Jolotundo, dan lainnya.

 

Baca Juga: Gejolak Politik dan Perang di Majapahit, Dari Kematian Nambi hingga Pengepungan Sadeng

 

Masyarakat setempat biasanya menggelar prosesi tabur bunga, pembakaran kemenyan, serta pemberian sesaji berupa hasil bumi. Seperti buah-buahan, padi, makanan jadi, dan masih banyak lagi.

Ritual yang satu ini dipercaya sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus berdoa agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan sejahtera.

Selain upacara sesaji, terdapat juga tradisi bersih desa yang diyakini memiliki akar dari praktik spiritual Majapahit.

Dalam upacara ini, warga desa bersama-sama membersihkan lingkungan sekitar, serta diiringi doa dan penyajian tumpeng sebagai simbol rasa syukur.

Upacara ini dianggap menjadi momen penting untuk mempererat persatuan masyarakat sekaligus dapat melestarikan nilai-nilai kebersamaan yang telah diwariskan sejak masa kerajaan.

Beberapa ritual Majapahit juga hadir dalam bentuk sinkretisme keagamaan, di mana unsur Hindu-Buddha dipadukan dengan tradisi Jawa.

Misalnya, dalam perayaan tertentu masyarakat masih melakukan tirakatan atau semedi di sekitar situs bersejarah, hal ini dilakukan sebagai bentuk pencarian ketenangan batin sekaligus penghormatan pada kekuatan alam dan para leluhur.

 

Meski dunia dan perkembangan modern terus mendominasi, warisan ritual Majapahit di Mojokerto tetap dipertahankan.

Tradisi ini tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata melalui budaya, yang kini kian digemari dan dicari wisatawan lokal maupun dari mancanegara.

 

Baca Juga: Gejolak Politik dan Perang di Majapahit, Dari Kematian Nambi hingga Pengepungan Sadeng

 

Dengan begitu, Mojokerto bukan hanya kota sejarah, namun juga menjadi pusat spiritualitas yang masih hidup hingga sekarang. (Natasia Reyna)

Editor : Martda Vadetya
#sesaji #tirakatan #SEMEDI #mojokerto #ritual #majapahit #candi brahu #modern #budaya lokal