JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Patung Buddha Tidur yang terletak di Mojokerto ini tak hanya memikat melalui kemegahannya sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Akan tetapi, patung ini juga menghadirkan nuansa kedamaian bagi para pengunjungnya.
Patung Buddha raksasa itu terletak di kompleks Maha Vihara Majapahit di Desa Bejijong, Trowulan, Majapahit.
Tepatnya di sebelah selatan gedung Sasono Bhakti yang menjadi tempat sembahyang umat Buddha.
Destinasi ini menjadi simbol spiritual sekaligus ikon wisata religi yang mengundang ribuan wisatawan setiap tahunnya.
Baca Juga: Jejak Emas Majapahit Tertuang dalam 20 Prasasti Bersejarah Ini, Berikut Lengkapnya
Patung Buddha Tidur ini merupakan patung yang menggambarkan detik-detik wafatnya sang Buddha Gautama atau yang biasa disebut dengan Buddha Mahaparinibbana.
Sang Buddha wafat dengan posisi seperti tidur miring ke kanan dengan telapak tangan kanan menyangga kepalanya.
Buddha Gautama lahir dengan nama Siddhartha Gautama di Taman Lumbini, Kota Kapilavastu, India pada tahun 623 SM. Ia merupakan anak tunggal penguasa Kerajaan Kosala, Raja Suddhodana dan Dewi Maha Maya.
Siddhartha mencapai pencerahan dan menjadi Buddha saat ia bertapa di bawah pohon Bodhi di Hutan Gaya, India pada tahun 588 SM, saat usianya 35 tahun.
Buddha Gautama wafat setelah ia 40 tahun mengajarkan Agama Buddha pada tahun 543 SM.
Dilansir dari beberapa sumber, sebanyak 5 Patung Buddha Tidur yang tersebar di seluruh Indonesia, dan yang berlokasi di Trowulan inilah yang terbesar.
Selain itu, patung ini juga menjadi patung Buddha Tidur terbesar ketiga di dunia setelah patung Buddha yang ada di Thailand dan Myanmar.
Sampai sekarang patung ini menjadi salah satu tempat belajar sejarah dan menjadi ikon wisata religi yang ada di Mojokerto.
Patung Buddha Tidur ini dibangun pada tahun 1993 oleh pengrajin patung asal Trowulan yang bernama YM Viryanadi Maha Tera.
Patung ini terbuat dari beton dan dicat menggunakan warna kuning emas, memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, dan tingginya hampir 5 meter.
Relief pada bagian bawah patung menggambarkan kehidupan seorang Buddha Gautama.
Posisi patung yang berbaring menghadap ke arah selatan, pada bagian kepala disangga menggunakan lengan kanan dan bersandar diatas bantal. Hal tersebut merupakan hukum karmaphala dan hukum tumimbal lahir.
Baca Juga: Meski Telah Runtuh 700 Tahun Lalu, Kejayaan Majapahit Bangkit Lewat Wisata dan Budaya Nusantara
Di sekitar Patung buddha ini juga terdapat kolam air yang ditumbuhi tanaman teratai, menggambarkan laut dimana abu sang Budha Gautama dilarung.
Tujuan dibangunnya Patung Buddha Tidur ini adalah sebagai tempat beribadah umat Agama Buddha, sekaligus sebagai tempat wisata edukasi yang sangat menarik bagi wisatawan untuk datang. Saat ini, objek wisata tersebut dikelola oleh Yayasan Lumbini. (Natasia Reyna/Linda)
Editor : Martda Vadetya