Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Meski Telah Runtuh 700 Tahun Lalu, Kejayaan Majapahit Bangkit Lewat Wisata dan Budaya Nusantara

Imron Arlado • Senin, 1 September 2025 | 00:30 WIB
Wisata Majapahit bangkit, menjadi daya tarik wisatawan
Wisata Majapahit bangkit, menjadi daya tarik wisatawan

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Majapahit merupakan kerajaan Hindu-Budha yang terbesar dan terkuat dalam sejarah Nusantara yang sudah berdiri dari tahun 1293 hingga 1527.

Majapahit mencapai masa kejayaannya pada abad ke-14 di bawah kepemimpinan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada.

Kerajaan ini didirikan oleh Raja Raden Wijaya setelah runtuhnya Kerajaan Singasari. Majapahit sendiri meninggalkan warisan budaya, seni, serta konsep persatuan wilayah yang mempengaruhi Indonesia modern.

Wisata budaya Majapahit berpusat di Desa Wisata Kampung Majapahit, Bejijong, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur. 

Tidak hanya candi dan gapura bersejarah yang menjadi daya tarik, tetapi juga festival, pameran, hingga wisata edukasi yang dikemas modern untuk menarik generasi muda.

 

Baca Juga: Jejak Kemakmuran Majapahit, Kerajaan Nusantara dengan Sistem Ekonomi Maju

 

Kehadiran wisata ini bukan hanya sekedar menghidupkan kembali kejayaan masa Majapahit, tetapi juga memperkuat identitas budaya Nusantara serta dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengenal lebih dekat dengan salah satu peradaban terbesar yang pernah ada di Indonesia.

Salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi adalah Candi Tikus, peninggalan unik berbentuk kolam pemandian yang menjadi daya tarik bagi wisatawan yang sedang berkunjung.

Candi Tikus sendiri sempat terkubur dalam tanah, lalu berhasil ditemukan kembali pada tahun 1914. Candi ini diperkirakan dibangun antara abad ke-13 sampai 14.

Nama “tikus” sendiri hanya sebutan yang digunakan oleh masyarakat setempat. Konon katanya, pada saat ditemukan, candi tersebut merupakan sarang tikus. Sehingga terciptalah nama “Candi Tikus” sampai sekarang.

Selain Candi Tikus, Gapura Bajang Ratu yang megah juga menjadi simbol kemegahan arsitektur Majapahit yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

Nama Bajang Ratu sendiri pertama kali disebut pada tahun 1915 dalam laporan kepurbakalaan zaman Hindia Belanda (Oudheidkundig Verslag).

 

Para ahli mengatakan bahwa pembangunan gapura atau Candi Bajang Ratu ini berhubungan dengan wafatnya Raja Jayanegara pada tahun 1328.

Candi ini diduga dibangun sebagai pintu masuk ke sebuah bangunan suci untuk memperingati wafatnya Raja Jayanegara, yang tertulis di dalam Pararaton dan Negarakertagama.

Tahun pembangunan Candi Bajang Ratu tidak diketahui kapan pastinya. Hanya saja, melihat wafatnya Raja Jayanegara dan adanya relief-relief, gapura ini diduga kuat dibangun pada abad ke-14.

 

Baca Juga: Trowulan, Jejak Kejayaan Majapahit yang Hidup Kembali di Mojokerto

 

Bangunan Candi yang saat ini merupakan hasil pemugaran yang dilakukan antara tahun 1989 hingga 1992. (Natasia Reyna)

Editor : Martda Vadetya
#candi tikus #budaya #majapahit #Bajang ratu #Jayanegara