JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Mojokerto memiliki banyak tempat wisata yang menyimpan kenangan sejarah dari Majapahit. Kota ini dulunya merupakan pusat kejayaan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara. Hingga saat ini, peninggalan-peninggalannya masih bisa dilihat dan dikunjungi.
Kabupaten Mojokerto menjadi saksi sejarah pertumbuhan tanah Jawa karena memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Majapahit. Hal itu membuat Kabupaten Mojokerto seringkali dijuluki sebagai Bumi Majapahit.
Berikut beberapa rekomendasi tempat wisata dengan latar belakang sejarah Kerajaan Majapahit yang dapat kamu kunjungi di Mojokerto:
- Kolam Segaran
Kolam Segaran merupakan salah satu kolam peninggalan Kerajaan Majapahit. Kolam ini terletak di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto.
Kolam Segaran memiliki panjang 375 meter dan lebar 175 meter dengan kedalaman hampir 3 meter.
Menurut masyarakat sekitar, dulunya kolam ini tidak hanya berfungsi sebagai waduk pengelolaan air, tetapi juga sebagai tempat perjamuan tamu kerajaan serta arena rekreasi keluarga kerajaan. Bahkan beberapa teori menyebutkan kolam ini juga digunakan untuk latihan prajurit laut Majapahit.
- Candi Bangkal
Candi ini terletak di Dusun Bangkal, Ngoro, Mojokerto. Bangunan ini dibuat dari bata merah dengan ornamen kala di bagian sudutnya, menunjukkan kebesaran arsitektur dari Kerajaan Majapahit.
Baca Juga: Misteri Masa Pudar Majapahit: Ketika Konflik dan Serangan Memecah Kerajaan
Sayangnya, kondisi candi saat ini cukup memprihatinkan. Banyak bagian yang sudah mulai runtuh dan dindingnya semakin rapuh karena batanya yang mengandung kapur. Selain itu, polusi dari pabrik di sekitar kawasan ini juga mempercepat kerusakan bangunan.
- Candi Bajang Ratu
Candi Bajang Ratu terletak di Jalan Candi Bajang Ratu, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi berbentuk pintu gerbang tipe paduraksa atau gapura yang memiliki atap ini merupakan candi peninggalan Kerajaan Majapahit.
Candi ini didirikan sekitar abad ke-13 hingga 14 Masehi, dan dipercaya sebagai tugu peringatan untuk menghormati Raja Jayanegara, raja kedua Kerajaan Majapahit yang meninggal pada tahun 1328.
Nama Bajang Ratu mengacu pada Raja Jayanegara yang naik tahta di usia muda. Keberadaannya menjadi bukti kejayaan arsitektur dan budaya Majapahit.
Candi Bajang Ratu bisa dikunjungi setiap hari, buka mulai pukul 08.00-15.00 WIB. Biaya masuk untuk mengunjungi candi ini tidak terlalu mahal, hanya sebesar Rp3.000,00.
- Candi Tikus
Setelah lama terpendam, Candi Tikus ditemukan kembali pada tahun 1914 di Dusun Dinuk, Desa Temon, Trowulan. Nama Candi Tikus berasal dari kondisi awal ketika candi ini ditemukan yang merupakan tempat sarang tikus.
Candi ini dulunya merupakan petirtaan suci bagi umat Hindu maupun Budha yang dibangun sebagai replika Gunung Mahameru. Candi tikus dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 07.00-16.00 WIB. Harga tiket masuknya pun tergolong murah yakni sekitar Rp3.000,00.
- Museum Trowulan
Museum yang juga dikenal sebagai Museum Majapahit ini terletak di Jalan Pendopo Agung, Nglenginguk, Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Koleksi di museum ini mencakup arca, keramik, serta peninggalan dari masa Kahuripan, Kediri, dan Singasari.
Baca Juga: Wisata Budaya di Kampung Majapahit Bejijong: Liburan Edukatif di Jejak Kerajaan Besar Nusantara
Museum Majapahit buka setiap hari mulai pukul 08.30-15.30 WIB. Biaya masuk untuk mengunjungi museum ini juga cukup murah, yaitu Rp5.000,00.
Rizma/FADYA
Editor : Imron Arlado