Jawa Pos Radar Majapahit - Kerajaan Majapahit adalah salah satu kerajaan paling besar yang pernah ada di wilayah nusantara.
Terletak di Trowulan, Jawa Timur, Majapahit mencapai puncak kemakmuran di era pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada pada abad keempat belas.
Jejak kejayaannya tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga terlihat melalui warisan seperti prasasti, kitab, dan candi yang masih dapat ditemukan hingga saat ini.
Setidaknya terdapat 12 peninggalan penting yang menjadi saksi bisu dari masa keemasan Majapahit.
1. Prasasti (Bukti Tertulis Sejarah)
- Prasasti-prasasti ini menunjukkan sistem pemerintahan yang teratur serta kehidupan sosial dan ekonomi yang beragam.
- Prasasti Kudadu – Mengisahkan masyarakat Desa Kudadu yang membantu Raden Wijaya.
- Prasasti Jiwu (1486 M) – Mengenai pemberian lahan kepada golongan Brahmana.
- Prasasti Waringin Pitu – Memuat ketentuan-ketentuan mengenai agama dan upacara kerajaan.
- Prasasti Sukamerta & Balawi – Catatan yang berkaitan dengan pajak dan kepemilikan tanah.
- Prasasti Canggu – Mengatur arus perdagangan di sungai.
- Prasasti Biluluk I–III – Mengilustrasikan kehidupan warga Majapahit.
- Prasasti-prasasti ini menunjukkan sistem pemerintahan yang teratur serta kehidupan sosial dan ekonomi yang beragam.
2. Kitab (Warisan Sastra dan Filsafat)
Kumpulan kitab - kitab ini menunjukkan bahwa Majapahit memiliki keunggulan dalam bidang pengetahuan, sastra, dan filsafat.
- Negarakertagama (Mpu Prapanca), mencatat perjalanan Raja Hayam Wuruk, sistem pemerintahan, serta wilayah kekuasaan Majapahit.
- Sutasoma (Mpu Tantular), menghadirkan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, sebagai simbol persatuan bangsa.
- Arjunawijaya, menceritakan tokoh Arjuna dengan penekanan pada nilai-nilai moral dan kepemimpinan.
- Kunjarakarna, fokus pada ajaran terkait moral dan aspek keagamaan.
- Parthayajna, mengangkat isu spiritualitas di dalam tradisi Jawa-Hindu.
3. Candi dan Situs Arsitektur
Candi-candi ini tidak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah, melainkan juga sebagai lambang dari kekuasaan, budaya, serta kemajuan dalam teknik bangunan Majapahit.
- Candi Penataran (Blitar) – Merupakan kompleks Hindu yang terluas di Jawa Timur dan memiliki makna penting bagi Raja Hayam Wuruk.
- Candi Tikus (Trowulan) – Sebuah kolam untuk mandi sakral yang digunakan dalam berbagai upacara keagamaan.
- Candi Brahu (Trowulan) – Diperkirakan berfungsi sebagai lokasi kremasi bagi para raja.
- Candi Surawana (Kediri) – Sebuah monumen untuk mengenang raja yang telah meninggal.
- Candi Sukuh (Karanganyar) – Menampilkan relief yang khas dengan desain yang menunjukkan pengaruh Hindu-Jawa.
- Candi Bajang Ratu – Pintu gerbang suci yang berfungsi sebagai akses masuk ke area pemujaan.
- Gapura Wringin Lawang – Sebuah gerbang yang megah dengan ketinggian 15 meter, yang dipercaya sebagai pintu rumah Gajah Mada.
- Situs Trowulan – Merupakan sisa-sisa dari ibu kota Majapahit yang menyimpan jejak adanya pemukiman, kolam, dan pasar kuno.
Baca Juga: Jejak Kehidupan Para Nelayan di Laut Selatan Jawa pada Masa Kejayaan Majapahit
- Makna Warisan Majapahit
- Menjadi saksi kejayaan Nusantara dalam aspek politik, hukum, kebudayaan, dan spiritual.
- Menyampaikan nilai-nilai solidaritas, keberagaman, serta keunggulan suatu peradaban.
- Masih dijaga hingga saat ini sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia. (Leny Ramandhan Oktaviany/FADYA)
Editor : Martda Vadetya