JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Kerajaan Majapahit didirikan pada tahun 1923 oleh Raden Wijaya, yang menjadi raja pertama dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana.
Raden Wijaya merupakan figur signifikan yang mendirikan kerajaan ini setelah runtuhnya Kerajaan Singasari. Ia memerintah hingga tahun 1309 dan menempatkan fondasi yang kokoh untuk pertumbuhan Majapahit di masa yang akan mendatang.
Setelah Raden Wijaya, sejumlah raja yang memainkan peran penting dalam sejarah Majapahit melanjutkan tahta kerajaan tersebut.
Raya Jayanegara, yang memerintah dari tahun 1309 hingga 1328, dikenal dengan gelar Kala Gemet.
Masa pemerintahannya dipenuhi dengan berbagai pemberontakan, termasuk pemberontakan yang dipimpin oleh Ronggolawe.
Setelah kematian Jayanegara, tahta diserahkan kepada putri Raden Wijaya, Tribhuwana Tunggadewi, yang berkuasa dari tahun 1328 hingga 1350.
Ia berkontribusi besar pada penguatan Majapahit dan mengangkat Mahapatih Gajah Mada, yang terkenal dengan Sumpah Palapanya, yaitu tekad untuk mempersatukan Nusantara di bawah panji Majapahit.
Masa kejayaan Majapahit mencapai puncaknya pada pemerintahan Hayam Wuruk (1350 hingga 1389), yang merupakan cucu Raden Wijaya.
Hayam Wuruk dikenal sebagai penguasa yang tegas, adil, dan sangat peduli terhadap kesejahteraan rakyatnya.
Di bawah kepemimpinannya, wilayah Majapahit meluas mencakup hampir seluruh Nusantara, termasuk Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Semenanjung Malaya, Maluku, dan bahkan Filipina.
Keberhasilan tersebut didorong oleh strategi cerdas Gajah Mada, yang menjadikan Majapahit sebagai kekuatan dominan Asia tenggara selama abad ke-14.
Setelah era Hayam Wuruk, kerajaan mengalami masa perpecahan dan konflik internal yang melemahkan kekuatan mereka.
Salah satu raja yang mengikuti adalah Wikramawardhana yang memerintah dari 1389 hingga 1429, para penguasa selanjutnya, termasuk Suhita, Kertawijaya, dan Bhre Pandansalas, terus memimpin Majapahit hingga kerajaan ini mengalami kemunduran.
Sisa-sisa Kerajaan Majapahit masih dapat ditemukan hingga sekarang, khususnya di Trowulan, Jawa Timur, yang menjadi pusat kerajaan ini pada masa lalu. Tempat bersejarah ini memiliki banyak reruntuhan candi dan struktur kuno seperti Candi Brahu dan Candi Tikus.
Selain itu, Majapahit meninggalkan warisan sastra yang berharga seperti kitab Negarakertagama, yang menjadi sumber sejarah penting tentang kerajaan ini.
Kerajaan Majapahit menjadi simbol kejayaan ini runtuh sekitar abad ke-16, pengaruh budaya, politik, dan sosialnya tetap terasa di Indonesia hingga hari ini.
Kerajaan ini menunjukkan bahwa persatuan dan kekuatan dapat dibangun dari suatu wilayah yang luas dan beragam budaya melalui kepemimpinannya yang tangguh dan visi yang jelas. (Dzafir Kirana Adelia/FADYA)
Editor : Martda Vadetya