JAWA POS RADAR MAJAPAHIT- Majapahit tidak hanya meninggalkan peninggalan sejarah berupa candi dan museum, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata budaya yang kaya di Desa Bejijong, Mojokerto, yang kini dikenal sebagai Kampung Majapahit.
Desa ini menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan yang ingin merasakan suasana kehidupan dan kebudayaan masa kejayaan kerajaan Majapahit secara lebih hidup dan interaktif.
Kampung Majapahit Bejijong berlokasi di jantung bekas ibu kota Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan.
Desa ini dikenal dengan arsitektur khas Majapahit yang kental, rumah-rumah penduduk banyak yang didesain menyerupai rumah-rumah tradisional Majapahit dengan dominasi bata merah dan atap joglo sehingga menciptakan suasana yang unik dan instagramable.
Wisatawan tidak sekadar berwisata, melainkan diajak untuk belajar tentang sejarah melalui situs-situs yang masih terjaga dengan baik di sekitar desa.
Di Kampung Majapahit, terdapat beberapa situs penting seperti Candi Brahu, yang menjadi bukti monumental kejayaan Majapahit, serta Maha Vihara Majapahit yang menampilkan patung Buddha Tidur sebagai simbol spiritual pada era itu.
Ada juga Petilasan Siti Inggil, sebuah situs bersejarah yang dipercaya sebagai tempat tinggal raja Majapahit yakni Raden Wijaya.
Keberadaan situs-situs tersebut memberikan historis yang kuat dan semakin menambah daya tarik desa ini untuk dikunjungi.
Selain nilai sejarah, Kampung Majapahit Bejijong juga mengembangkan wisata berbasis masyarakat dengan memadukan aspek seni, budaya, dan kreativitas lokal.
Masyarakat desa memanfaatkan peluang ini untuk mengembangkan ekonomi kreatif, seperti kerajinan batik, cor kuningan, serta kuliner tradisional khas Jawa Timur.
Wisatawan dapat mengikuti paket wisata edukasi dengan tur yang dipandu oleh pemandu lokal, serta menikmati kehangatan budaya melalui berbagai kegiatan seperti membuat batik atau kerajinan tangan.
Aksesibilitas di desa ini juga terus mendapat perhatian untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
Jalan-jalan menuju Kampung Majapahit sudah mulai diperbaiki dan tersedianya sarana akomodasi penginapan yang dikelola warga setempat memudahkan wisatawan yang ingin menginap lebih lama.
Desa ini juga menjamin keamanan dan menyediakan sarana transportasi unik seperti kereta kelinci yang menambah kesan tradisional dan asri saat berkeliling desa. (Wulandari/Linda)
Editor : Martda Vadetya