JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Kejayaan telah melekat erat pada kerajaan Majapahit, sebuah kerajaan terbesar di Nusantara yang terletak di wilayah Jawa Timur.
Majapahit juga dikenal dengan kekuasaannya di wilayah daratan dan laut yang luas. Kekuasaannya di wilayah lautan terbukti melalui catatan sejarah Negarakertagama dan Pararaton yang menyebutkan bahwa Majapahit menguasai jalur perdagangan penting di Asia Tenggara.
Tak hanya dikenal sebagai kerajaan maritim terbesar yang memiliki kapal multifungsi terbesar, Majapahit juga terkenal karena kekayaan senjatanya yang lain.
Meski dalam naskah sejarah tertulis bahwa kapal perang menjadi transportasi utama armada Majapahit, namun perang laut tidak akan efektif jika hanya mengandalkan kapal.
Maka dari itu, kekayaan Majapahit tak hanya dapat dilihat melalui transportasi kapalnya yang berbagai macam jenis dan fungsi, kerajaan ini juga memiliki senjata laut sekaligus teknik yang kemudian mampu membawa kerajaan ini menuju kemenangan.
Senjata laut milik kerajaan Majapahit tidak hanya senjata tradisional saja, tetapi juga hingga teknologi logam yang canggih pada masa itu.
Contohnya seperti senjata jarak jauh Majapahit yang terdiri dari panah, tombak, dan ketapel laut. Hal ini dibuktikan dalam naskah kuno dan catatan sejarah asing yang menyebutkan bahwa kapal Majapahit dipenuhi oleh pemanah, sebuah senjata efektif untuk pertarungan jarak menengah.
Selain itu, penggunaan tombak panjang juga tercatat dalam naskah sejarah kuno. Senjata yang satu ini biasanya tak hanya digunakan saat pertarungan jarak dekat, tetapi juga digunakan dengan teknik dilempar dari kapal ke kapal.
Dugaan bahwa Majapahit menggunakan senjata semacam ketapel atau ballista juga terdapat pada naskah sejarah Negarakertagama dan Pararaton.
Meski tidak secara jelas menyebut senjata tersebut sebagai ketapel atau ballista, ada penyebutan tentang panah api dan senjata pelempar dalam konteks perang laut.
Kemudian, istilah tersebut ditafsirkan oleh beberapa sejarawan sebagai kemungkinan penggunaan alat lontar atau pelempar yang sederhana.
Senjata Majapahit yang terkenal dan paling menarik adalah senjata api atau meriam yang kerap kali disebut sebagai meriam cetbang.
Senjata ini telah dikenal oleh Majapahit sejak abad ke-14, jauh sebelum Eropa memasuki Nusantara. Meriam cetbang ini memiliki bentuk seperti tabung panjang yang terbuat dari perunggu dan ditempatkan di atas kapal.
Yang membuat senjata ini menarik dan berbahaya adalah meriam cetbang mampu menembakkan peluru besi atau timah dalam jumlah yang besar.
Senjata api meriam cetbang juga menjadi salah satu bukti keunggulan teknologi maritim Majapahit karena tidak semua kerajaan di Asia Tenggara memiliki senjata seperti cetbang pada saat itu.
Tak berhenti di situ, Majapahit juga memiliki teknik serangan yang sangat ditakuti oleh musuh pada saat perang laut, yakni penggunaan senjata bakar.
Teknik serangan ini dilakukan dengan cara melemparkan tempayan berisi minyak atau bahan yang mudah terbakar ke kapal lawan. Begitu pecah, kapal musuh bisa langsung hangus terbakar.
Selain itu, ada juga teknik unik yang dilakukan dengan cara melapisi anak panah dengan kain yang telah disiram minyak lalu dinyalakan sebelum ditembakkan ke arah musuh.
Serangan Majapahit yang seperti ini sangat ditakuti oleh musuh karena api sangat sulit dipadamkan saat di laut.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Majapahit tidak hanya terletak pada ukuran kapal saja, tetapi juga pada senjata dan strategi cerdik sekaligus taktis yang para pasukan gunakan.(FANEZA)
Editor : Martda Vadetya