JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Sejak dahulu, kerajaan Majapahit telah dikenal sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar yang wilayah kekuasaannya mencapai mancanegara.
Kejayaan dan kemenangan Majapahit dipicu oleh kekuatan politik dan militernya yang kuat dengan dipimpin oleh para pemimpin yang cerdas dan taktis.
Letaknya yang berada di wilayah Jawa Timur juga menjadi faktor pemicu yang sangat berpengaruh dan membuat Majapahit menguasai jalur laut Nusantara.
Kekuasaannya pada jalur laut Nusantara yang sangat dominan kemudian menjadikan kekuatan utama kerajaan ini ada pada angkatan laut.
Armada laut Majapahit juga bukan sekedar transportasi dagang, tetapi juga digunakan sebagai senjata politik untuk mengirim pasukan, menaklukkan daerah, dan menjaga keamanan laut.
Catatan sejarah tentang kekuasaan laut Majapahit dibahas pada beberapa naskah sejarah seperti Negarakertagama dan Pararaton.
Meski kitab Negarakertagama karya Mpu Prapanca didominasi oleh penjelasan mengenai daftar wilayah taklukan, ritual, dan perjalanan raja, kitab ini secara tersirat juga menjelaskan tentang luas kekuasaan Majapahit melalui jalur laut.
Sama halnya dengan kitab pararaton, kitab campuran antara sejarah dan legenda, walaupun tidak menjelaskan teknologi kapal secara rinci, kedua naskah sejarah ini menjadi dasar bukti bahwa Majapahit memiliki pengaruh maritim yang kuat.
Armada laut kerajaan Majapahit terbentuk dari berbagai kapal yang memiliki fungsi berbeda-beda. Misalnya, kapal Jong atau Djong, Malangbang, Kelulus, dan Penjajap.
Kapal Djong sendiri dikenal sebagai kapal terbesar Nusantara yang dalam catatan Portugis menyebutkan bahwa kapal ini berkapasitas 600-1000 ton.
Bahkan terdapat laporan yang menyebutkan bahwa kapal ini mampu menampung 2.000 orang termasuk pasukan dan awak kapal.
Pada laporan Tome Pires, yakni Suma Oriental pada awal abad ke-16 dan kronik Portugis, menyebut kapal Djong sebagai kapal raksasa Jawa yang disegani di laut.
Dalam bidang militer, kapal Djong berperan penting sebagai kapal induk yang mengangkut pasukan dalam jumlah besar, logistik, hingga kuda.
Ekspedisi mahapatih Gajah Mada ke Nusantara Timur pun kemungkinan menggunakan kapal Djong sebagai transportasi militer utama.
Berikutnya adalah kapal Malangbang, kapal ini memiliki ukuran yang lebih kecil dari kapal Djong, namun ukurannya masih terbilang cukup besar untuk pelayaran jarak jauh.
Meski ukurannya lebih kecil dari kapal djong, Malangbang juga memiliki keunggulan sebagai kapal yang lebih gesit dari kapal djong. Tingkat gesitnya yang cukup tinggi juga berpengaruh pada fungsi militer kapal Malangbang.
Kapal ini biasanya digunakan sebagai transportasi pada misi patroli, pengawalan, hingga pengiriman cepat.
Bahkan kapal Malangbang juga mampu menjelajah selat atau teluk yang tidak bisa dimasuki kapal besar karena ukurannya yang ramping dan kecepatannya yang gesit.
Sementata itu, kapal Kelulus merupakan kapal kecil yang ringan dan biasanya digerakkan dengan dayung. Kapal ini dianggap sangat cocok digunakan sebagai serangan cepat, pengintaian, dan penyergapan.
Ukurannya yang kecil membuat Kelulus bisa masuk ke sungai, rawa, dan perairan dangkal yang tidak bisa dimasuki oleh kapal besar. Hal ini juga membuat Majapahit memiliki keunggulan mobilitas di daerah kepulauan.
Selain itu, ukurannya yang kecil juga memungkinkan Kelulus memiliki strategi mirip dengan pasukan katak modern, tetapi melalui kapal kecil.
Strategi tersebut biasanya ditandai dengan menghilangnya kapal kelulus di balik pulau kecil atau hutan bakau. Lalu kembali muncul secara tiba-tiba untuk melakukan penyerangan.
Yang terakhir adalah kapal Penjajap, kapal ini memiliki ukuran yang sama dengan kapal Kelulus, yang membedakan hanyalah kapal Penjajap lebih panjang dan dilengkapi dengan banyak dayung.
Penjajap biasanya digunakan sebagai transportasi patroli jarak menengah dan operasi gerilya laut. Kapal ini juga dikenal mampu mengejar kapal dagang musuh dan menjadi kapal penghubung antar armada besar.
Tak hanya itu, dalam tradisi melayu juga menyebutkan bahwa kapal Penjajap terkenal sebagai kapal bajak laut.
Hal tersebut membuktikan bahwa teknologi kapal ini dapat digunakan Majapahit baik untuk perang maupun pengendalian perairan.
Berbagai macam transportasi dan senjata yang dimiliki Majapahit membuktikan bahwa kerajaan ini tak hanya dikenal karena budaya dan politiknya, tetapi juga melalui kekuatan maritimnya.
Armada laut yang memiliki keunggulan luar biasa memungkinkan Majapahit mampu menguasai jalur perdagangan Nusantara dan menjadi kerajaan yang kaya pada masanya. (FANEZA)
Editor : Martda Vadetya