JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kerajaan Majapahit (1293–1527 M) dikenal bukan hanya sebagai kerajaan maritim besar yang berhasil mempersatukan wilayah Nusantara.Tetapi juga sebagai pusat kebudayaan yang melahirkan berbagai bentuk seni bernilai tinggi.
Salah satu warisan penting Majapahit adalah perkembangan seni hias, terutama pada perunggu dan emas, yang memperlihatkan perpaduan antara estetika, teknologi, serta nilai simbolis dalam kehidupan masyarakat kala itu.
Peran Majapahit sebagai Pusat Produksi Logam Mulia
Majapahit memiliki akses luas terhadap jalur perdagangan internasional. Dari jalur ini, mereka memperoleh bahan baku logam, seperti tembaga, timah, dan emas.
Kemampuan metalurgi yang sudah berkembang sejak masa sebelumnya (Mataram Kuno, Kediri, dan Singasari) mencapai puncaknya di era Majapahit.
Bengkel-bengkel pengrajin (pande) tersebar di daerah, terutama di Jawa Timur, menghasilkan karya perunggu dan emas dengan tingkat kehalusan tinggi.
Seni Hias Perunggu
Perunggu di era Majapahit banyak digunakan untuk pembuatan arca, wadah upacara, gamelan, dan perlengkapan ritual. Ciri khas hiasnya adalah:
- Motif flora dan fauna seperti teratai, naga, garuda, dan singa, yang melambangkan kekuatan serta kesucian.
- Ikonografi Hindu-Buddha, terutama bentuk arca dewa-dewi (Siwa, Wisnu, Buddha, Prajnaparamita).
- Teknik cor perunggu cire perdue yang menghasilkan detail halus, menunjukan tingkat kemahiran tinggi para empu logam Majapahit.
Seni Hias Emas
Emas digunakan untuk perhiasan, atribut kerajaan, dan perlengkapan ritual. Hasil kerajinan emas Majapahit dikenal mewah, rumit, namun tetap harmonis. Pengaruhnya terlihat dalam:
- Perhiasan pribadi seperti cincin, gelang, kalung, dan hiasan telinga deng ukiran halus bermotif bunga teratai atau sulur-suluran.
- Aksesoris kerajaan seperti mahkota, keris berlapis emas, dan hiasan pakaian raja serta bangsawan.
- Peralatan upacara yang sering dihiasi batu mulia. menggambarkan kemakmuran dan legitimasi kekuasan Majapahit.
Nilai Filosofis dan Religius
Seni hias perunggu dan emas Majapahit tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga sarat makna simbolis.
Hiasan naga melambangkan penjaga dunia bawah, garuda melambangkan kebebasan dan kekuatan, sementara teratai menjadi simbol kesucian dan pencerahan.
Dengan demikian, karya seni logam Majapahit menjadi bagian penting dalam praktik spiritual, ritual kerajaan, dan identitas budaya.
Warisan bagi Nusantara
Pengaruh Majapahit dalam seni hias perunggu dan emas masih dapat ditemukan hingga kini:
- Karya keris Nusantara yang tetap menggunakan hiasan logam mulia dengan gaya mirip Majapahit.
- Tradisi gamelan perunggu Jawa dan Bali yang berakar dari keahlian pandai logam era Majapahit.
- Perhiasan tradisional Jawa dan Bali yang banyak mengadopsi pola hias Majapahit, baik dari segi motif maupun teknik.
Seni hias perunggu dan emas pada masa Majapahit merupakan perpaduan antara kemahiran teknis, keindahan estetika, dan kedalaman simbolis.
Majapahit tidak hanya menjadi pusat politik dan perdagangan, tetapi juga pusat kebudayaan yang memperkaya khazanah seni logam Nusantara.
Warisan tersebut terus hidup dan memberi pengaruh hingga seni tradisional Indonesia masa kini. (AILEEN)
Editor : Martda Vadetya