Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Mengulik Rahasia Strategi Besar Gajah Mada Taklukkan Bali Tahun 1343, Yuk Simak Selengkapnya!

Imron Arlado • Minggu, 24 Agustus 2025 | 02:30 WIB
Penaklukan kerajaan Bali menjadi salah satu bukti kuat bahwa kemenangan Majapahit tidak hanya dipicu oleh kekuatan militer dan politik. Sumber foto: Google
Penaklukan kerajaan Bali menjadi salah satu bukti kuat bahwa kemenangan Majapahit tidak hanya dipicu oleh kekuatan militer dan politik. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Selain karena kekuatan militer dan politik Majapahit yang mampu mendorong ekspansi, di balik seluruh kemenangannya dalam menaklukkan beberapa wilayah yang menjadi sasaran, Majapahit juga memiliki pemimpin yang cerdik dan taktis.

Seluruh strategi yang menjadi senjata ampuh Majapahit terlahir dari para pemimpin Majapahit yang tangguh dan jenius.

Salah satunya adalah Gajah Mada yang saat itu menjadi patih paling berpengaruh di Majapahit, ia dikenal karena ambisi besarnya dalam memperluas kekuasaan Majapahit dibersamai dengan ide-ide strategi cerdik dan rapi yang selalu ia ciptakan.

Nama Gajah Mada selalu melekat pada ikrar legendarisnya yang bernama Sumpah Palapa, sumpah tersebut menunjukkan tekad Gajah Mada untuk tidak menikmati kenyamanan hidup sebelum menyatukan wilayah di bawah kuasa Majapahit.

Salah satu wilayah penting adalah Bali yang saat itu belum tunduk pada Majapahit. Peristiwa Majapahit menaklukkan Bali pada tahun 1343 masehi kemudian menjadi bukti kecerdikan Gajah Mada.

Hal ini karena peristiwa tersebut tidak hanya mengandalkan kekuatan militer, tetapi juga strategi politik dan psikologis yang sangat terencana.

Sebelum ditaklukkan Majapahit, Bali berada di bawah kekuasaan kerajaan Bedahulu yang saat itu dipimpin oleh Sri Astasura Ratna Bumi Banten.

Bedahulu dikenal sebagai kerajaan yang kuat karena tatanan politiknya yang mapan, dan memiliki budaya serta tradisi yang khas.

Selain terkenal karena tatanan politik dan keanekaragaman budayanya, Bali juga dikenal sebagai wilayah yang terletak di jalur perdagangan laut yang strategis antara laut Jawa dan Nusa Tenggara.

 

 

Siapapun yang menguasai Bali, secara otomatis akan mengendalikan jalur dagang penting. Karena itulah Gajah Mada begitu tertarik ingin menjadikan Bali tunduk di bawah kekuasaan Majapahit.

Sama halnya seperti Majapahit, di balik kekuatan Bedahulu juga terdapat pemimpin-pemimpin yang tangguh dan cerdik. Beberapanya adalah Kebo Iwa dan Mahesa Cempaka.

Kebo Iwa digambarkan sebagai sosok yang besar, sakti, dan hampir tak terkalahkan. Namun, ia bukanlah raja, ia adalah tokoh yang berwibawa besar dan dihormati rakyat Bali.

Sementara itu, Mahesa Cempaka merupakan panglima perang Bali yang sangat disegani. Para rakyat percaya bahwa dengan kehadiran dua tokoh tersebut, Bali akan sulit ditaklukkan dari luar karena kekuatannya yang besar.

Majapahit yang mengetahui bahwa dua sosok tersebut merupakan salah satu kelemahan Bali kemudian merencanakan strategi besar yang licik.

Gajah Mada juga tahu bahwa menyerang Bali secara langsung saat Kebo Iwa masih hidup sama dengan misi bunuh diri.

Karena itu, Majapahit memilih cara lain, yakni menghancurkan kekuatan moral lawan sebelum perang utama digelar.

Langkah pertamanya adalah Majapahit mengundang Kebo Iwa ke Majapahit dengan alasan akan memberinya penghargaan besar.

Namun di balik undangan tersebut, Majapahit telah memiliki rencana licik untuk menyingkirkannya. Akhirnya Kebo Iwa dibunuh di tanah Jawa.

Kematian Kebo Iwa secara otomatis berdampak besar terhadap semangat perlawanan Bali yang melemah dan kerajaan yang tidak sekuat dulu.

 

 

Di saat itulah Gajah Mada mulai menjalankan serangan militer ke Bali. Ia mengerahkan armada laut besar untuk menyerang melalui jalur pantai.

Kondisi Bali yang sedang goyah dimanfaatkan penuh oleh Majapahit. Kekuatan perlawanan Bali tak sekuat dulu karena kehilangan salah satu pemimpin kharismatik dan para bangsawan terpecah.

Selain itu, Gajah Mada juga melibatkan tokoh dari daerah lain seperti Arya Damar dari Palembang agar penaklukan ini terasa sebagai misi persatuan Nusantara, bukan hanya Jawa menguasai Bali.

Akhirnya, pada tahun 1343 masehi, Sri Astasura Ratna Bumi Banten berhasil dikalahkan dan Bali sepenuhnya jatuh ke tangan Majapahit. (FANEZA)

Editor : Martda Vadetya
#kebo iwa #penaklukan kerajaan bali #strategi #majapahit #Sri Astasura Ratna Bumi Banten #arya damar #mahesa cempaka #strategi cerdik #strategi besar #gajah mada #bedahulu #kerajaan majapahit #licik