Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Seni Majapahit dan Tari Topeng, Jejak Estetika, Simbol, dan Warisan Budaya yang Hidup Hingga Kini

Imron Arlado • Selasa, 19 Agustus 2025 | 01:45 WIB
Selain terkenal karena kekuatan politik dan militer, Majapahit juga dikenal karena tradisi sehari-harinya yang penuh dengan seni. Sumber foto: Google
Selain terkenal karena kekuatan politik dan militer, Majapahit juga dikenal karena tradisi sehari-harinya yang penuh dengan seni. Sumber foto: Google

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Majapahit kerap kali dikenal sebagai kerajaan yang megah dan jaya pada abad sekitar abad ke 13 dan 15.

Popularitasnya dipicu oleh kekuatan politik dan militernya yang tinggi serta luas kekuasaannya yang berkembang hingga ke mancanegara.

Tapi, selain terkenal karena kekuatan politik, militer, dan kekuasaan wilayahnya, Majapahit juga dikenal karena tradisi sehari-harinya yang penuh dengan seni. Contohnya seperti sastra kakawin, arsitektur candi, gamelan, wayang, dan seni tari.

Dalam kakawin nagarakretagama juga menyatakan betapa pentingnya upacara dan perayaan di lingkungan istana.

Prapanca juga menjelaskan bahwa upacara dan perayaan saat itu berlangsung berhari-hari dengan diiringi pertunjukan berbagai macam seni termasuk seni tari yang umumnya menjadi pertunjukan utama.

Hal ini kemudian menonjolkan posisi tari sebagai seni populer yang ada dalam sejarah Majapahit.

Tari sendiri merupakan simpul atau penghubung yang mempertemukan antara sastra, musik, busana, dan ritual.

Memahami tari dari masa Majapahit juga dapat membantu orang-orang di masa kini untuk memahami kisah legendaris, kehidupan di lingkungan istana, dan perjalanan warisan Majapahit secara rinci namun singkat yang diterjemahkan ke panggung.

Ada banyak jenis tari dari era Majapahit yang masih dikenang hingga kini, yakni tari topeng, gambuh, dan tari ritual seperti tayub dan ledhek.

 

Baca Juga: Area Situs Bhre Kahuripan di Mojokerto Diprediksi Seluas 6,5 Hektare, Berpeluang Diekskavasi Lagi Tahun Depan

 

Dari berbagai tari yang ada, tari topeng menjadi salah satu tari yang paling populer di era Majapahit, bahkan hingga saat ini.

Tari topeng sendiri menjadi salah satu tari paling populer karena properti topengnya sudah tua di Jawa yang disebut dengan atapukan dalam prasasti abad ke-9.

Lalu, kisah panji sang tokoh utama di balik tari ini terjadi di Jawa Timur dan menjadi basis atau standar berbagai bentuk tari-drama, serta topeng panji yang hingga kini masih hidup di banyak daerah.

Naskah-naskah kisah tentang panji dari berbagai perpustakaan seperti Leiden dan Perpusnas RI diterjemahkan ulang ke daftar UNESCO Memory of the World, pengakuan internasional atas kisah ini secara signifikan.

Pertunjukan seni tari topeng juga dinilai memiliki perbedaan antara daerah satu dengan daerah yang lainnya. Contohnya seperti di daerah Cirebon dan Malang.

Di daerah Cirebon, pementasan tari ini ditampilkan secara berurutan dari yang paling halus hingga yang paling menggelegar. Tari ini juga diiringi dengan lagu vokal seperti sinden atau juru kawih dan dialog ringan.

Sedangkan, di daerah Malang, tari topeng ditampilkan lebih teatrikal dengan adanya dalang, penata alur, gending perang, dan tokoh yang berada dalam kisah tari topeng panji. Tiap karakter yang berada dalam kisah tari topeng ini menentukan cara tubuh bergerak.

Tokoh panji yang halus menuntun langkah gerakan yang lebih pendek, torso tenang, dan tatapan yang mengecil.

Sementara itu, kelana menuntun gerakan yang lebih energik dengan kaki yang menghentak, putaran cepat, dan bahu terbuka.

Iringan gamelan yang membuat tarian terasa lebih hidup, alunan kendang yang menandai tempo lambat, sedang, dan cepat suatu gerakan, serta suling atau gender yang memberi sentuhan warna dan rasa pada suasana.

Di sisi lain, tari topeng menjadi tontonan berwibawa para kalangan bangsawan maupun rakyat untuk menjiwai nilai kepemimpinan yang terdapat dalam tari topeng.

Panji yang melambangkan ketenangan dan kebijaksanaan, sedangkan Kelana yang melambangkan gejolak ambisi yang bahaya.

 

Baca Juga: Dibuat Secara Manual, Gerabah Era Majapahit Mesti Lalui Tahapan Panjang nan Rumit

 

Melalui tari ini, para penonton dapat belajar membedakan rasa antara halus, tegas, hingga beringas melalui bahasa tubuh dan musik.

Setelah abad ke-15 atau setelah keruntuhan Majapahit, banyak unsur budaya Jawa Timur yang tersebar dan berkembang hingga ke Bali. Contohnya seperti tari gambuh yang masih mempertahankan gaya drama dan tari kuno.

Sementara itu, di Cirebon lima topeng panca wanda yang terinspirasi dari tari topeng Majapahit tetap menjadi kurikulum watak hingga kini.

Kemudian secara global, pengakuan UNESCO atas naskah panji menunjukkan bahwa dunia melihat tari topeng sebagai suatu warisan yang bernilai tinggi, bukan sekedar kisah lokal yang berasal dari peradaban kuno. (FANEZA)

 

Editor : Martda Vadetya
#kelana #UNESCO Memory of the World #majapahit #tari #tari topeng #lima topeng panca wanda #UNESCO #seni #panji #kerajaan majapahit #seni majapahit