JAWA POS RADAR MAJAPAHIT - Kompleks Situs Bhre Kahuripan dan Situs Klinterejo di Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, kembali diekskavasi.
Setelah sebelumnya ekskavasi digelar Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI, kini giliran Pemkab Mojokerto melangsungkan penggalian arkeoligis ini selama lima hari.
Kabid Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto Riedy Prastowo menerangkan, dalam melaksanakan ekskavasi ini pihaknya menggandeng tim arkeologi dari BPK Wilayah XI.
Ekskavasi lanjutan ini digelar selama lima hari terhitung mulai tanggal 11 hingga 15 Agustus mendatang.
’’Untuk teknis di lapangan kami berkolaborasi dengan tim ekskavasi dari BPK Wilayah XI,’’ ungkapnya, Selasa (12/8).
Untuk lima hari penggalian arkeologis ini, pemkab mengucurkan dana APBD tahun berjalan senilai Rp 50 juta. Kegiatan ini disokong sebanyak 21 orang tim ekskavasi.
’’Tahun ini anggaran untuk realisasi ekskavasi ini cenderung lebih kecil dibanding tahun sebelumnya karena memang ada penyesuaian,’’ terangnya.
Meski begitu, pihaknya tetap berupaya menyerap dan memaksimalkan anggaran yang ada dalam upaya pelestarian dan perlindungan cagar budaya.
Situs berangka tahun 1294 Saka atau 1372 Masehi ini, lanjut Riedy, kembali diekskavasi dengan mempertimbangkan besarnya kompleksitas potensi cagar budaya pada candi yang luasnya ditaksir mencapai 6 hektare ini.
’’Kita bersinergi dengan BPK Wilayah XI mana saja situs yang masih perlu dilengkapi datanya. Karena cukup luas, Situs Klinterejo dan Bhre Kahuripan ini masih banyak yang perlu ditelusuri peninggalan sejarahnya,’’ tandasnya.
Ketua Tim Ekskavasi Situs Bhre Kahuripan M. Ichwan menambahkan, sasaran penggalian ekskavasi lanjutan ini tak jauh berbeda dengan yang digulirkan 23 Juli hingga 7 Agustus lalu. Yakni pada area mandala dan penelusuran pagar keliling sisi selatan.
’’Untuk ekskavasi lanjutan ini, di pagar sisi selatan kita lanjutkan dengan membuka enam kotak gali,’’ terangnya, terpisah.
Sementara di area Mandala, tim arkeolog melanjutkan penelusuran pola saluran air kuno yang sebelumnya ditemukan di sisi timur struktur berbentuk bintang tersebut.
Bahkan tes pit juga dilakukan di titik depan pendopo Balai Tani Desa Klinterejo.
’’Ekskavasi lanjutan ini penting untuk melengkapi data (sejarah) yang sejauh ini terus kita lengkapi. Apalagi situs ini diyakini sebagai petilasan Tribhuana Tungga Dewi (Raja Ketiga Majapahit) ya,’’ tandas arkeolog BPK Wilayah XI ini. (vad/fen)
Editor : Martda Vadetya