JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarahnya. Ungkapan ini tidak hanya bersifat retoris, tetapi mengandung pesan mendalam bahwa sejarah memainkan peran penting dalam membentuk identitas, karakter, dan arah pembangunan sebuah bangsa.
Indonesia sebagai negara kepulauan yang beragam, memiliki banyak warisan sejarah yang dapat dijadikan landasan dalam membangun masa depan.
Salah satunya adalah Kerajaan Majapahit, sebuah kerajaan besar yang pernah berdiri pada abad ke-13 hingga ke-16, dan dikenal luas sebagai simbol kejayaan Nusantara.
Majapahit tidak hanya penting karena pencapaian politik dan wilayahnya yang luas, tetapi juga karena nilai-nilai budaya, sosial, dan moral yang hidup di dalamnya.
Nilai-nilai tersebut, jika diangkat dan diimplementasikan secara bijak, sangat relevan dalam membentuk identitas bangsa Indonesia serta mendukung proses pembangunan nasional yang berkelanjutan, berkeadilan, dan berkarakter.
Kerajaan Majapahit berdiri pada tahun 1293 M dan mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Hayam Wuruk dengan dukungan patih legendaris Gajah Mada.
Dalam masa ini, Majapahit berhasil menyatukan wilayah yang sangat luas, dari Semenanjung Malaya hingga ke sebagian wilayah Filipina dan Papua, melalui kekuatan politik, ekonomi, dan budaya.
Kitan penting seperti Negarakertagama dan Pararaton mencatat pencapaian dan struktur pemerintahan Majapahit, serta memberikan gambaran tentang nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat kala itu.
Keberhasilan Majapahit tidak terlepas dari semangat persatuan, toleransi, diplomasi, dan kepemimpinan yang memiliki pandangan yang luas akan nilai-nilai yang tetap relevan hingga hari ini.
Nilai-Nilai Luhur Kerajaan Majapahit dan Keterkaitannya Saat Ini
- Semangat Persatuan dan Kesatuan
Sumpah Palapa yang diikrarkan oleh Gajah Mada merupakan simbol kuat tekad untuk menyatukan wilayah Nusantara.
Nilai ini sangat sejalan dengan semangat nasionalisme dan integrasi bangsa Indonesia pasca kemerdekaan.
Dalam konteks modern, semangat ini dapat menjadi landasan dalam memperkuat kesatuan antar daerah, suku, dan agama di tengah tantangan globalisasi dan disintegrasi sosial.
- Kepemimpinan yang Visioner dan Berintegritas
Kepemimpinan Hayam Wuruk dan Gajah Mada mencerminkan kolaborasi antara pemimpin politik dan administrasi negara yang berpandangan jauh ke depan.
Mereka tidak hanya mengelola wilayah, tetapi juga membangun sistem birokrasi, hukum, dan hubungan internasional.
Nilai ini penting dalam menciptakan pemimpin bangsa yang berorientasi pada kemajuan jangka panjang, bukan keuntungan sesaat.
- Toleransi dan Pluralisme
Kerajaan Majapahit menjadi tempat hidup berdampingannya berbagai agama dan kepercayaan seperti Hindu, Buddha, serta kepercayaan lokal.
Toleransi yang terwujud dalam tataran pemerintahan dan masyarakat mencerminkan kemampuan Majapahit membangun harmoni sosial.
Ini sangat relevan bagi Indonesia modern yang berlandaskan pada Pancasila, khususnya sila pertama dan ketiga.
- Kemandirian dan Keunggulan Maritim
Majapahit dikenal sebagai kekuatan maritim yang menguasai jalur perdagangan penting di Asia Tenggara.
Mereka membangun armada laut yang kuat dan memiliki pelabuhan-pelabuhan yang strategis.
Semangat ini sejalan dengan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia yang dicanangkan pemerintah saat ini.
- Diplomasi dan Kerja Sama Antarbangsa
Majapahit menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai kerajaan di Asia seperti Champa, Siam, bahkan Tiongkok.
Kemampuan berdiplomasi ini merupakan modal budaya yang dapat diadopsi dalam kebijakan luar negeri Indonesia untuk memperkuat posisi di ASEAN dan dunia internasional.
Baca Juga: Bervariasi dari Atap hingga Kaki, Begini Riwayat Arsitektur Bangunan Era Majapahit
Identitas nasional tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari proses sejarah panjang yang mencakup interaksi sosial, budaya, dan politik.
Majapahit memberi kontribusi penting dalam proses ini, karena konsep "Nusantara" sendiri lahir dari periode ini dan menjadi cikal bakal ide kebangsaan Indonesia.
Pembangunan nasional bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, melainkan juga tentang pembentukan karakter bangsa, stabilitas sosial, dan pemerataan keadilan.
Nilai-nilai Majapahit seperti persatuan, kerja sama, kemandirian, dan toleransi dapat menjadi landasan moral dan kultural dalam merancang kebijakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Sebagai contoh, semangat kemandirian ekonomi dan kekuatan maritim Majapahit bisa menjadi inspirasi dalam pengembangan ekonomi kelautan dan pemberdayaan desa-desa pesisir.
Nilai toleransi dan pluralisme budaya penting dalam pembangunan sosial yang harmonis, sementara kepemimpinan visioner dibutuhkan dalam reformasi birokrasi dan pemberantasan korupsi.
Sejarah bukanlah beban masa lalu, melainkan sumber kekuatan untuk menatap masa depan.
Kerajaan Majapahit telah meninggalkan warisan nilai-nilai luhur yang relevan untuk membentuk identitas nasional dan menjadi fondasi pembangunan bangsa.
Dalam dunia yang terus berubah dan penuh tantangan, menengok kembali nilai-nilai sejarah seperti yang diwariskan Majapahit dapat menjadi pijakan untuk membangun Indonesia yang kuat, berdaya saing, dan bermartabat. (NIYA)
Editor : Martda Vadetya