Darmo Corner Features Journey Maja Sains Mojokerto Punya Cerita Sekitar Kita Testaria

Jejak Resi Saloko Gading, Dari Petilasan Mojokerto ke Sejarah Majapahit

Imron Arlado • Rabu, 13 Agustus 2025 | 01:55 WIB
jejak Ki Ageng Saloko Gading perlahan mengisi ruang kosong dalam narasi besar sejarah Nusantara. sumber foto: google
jejak Ki Ageng Saloko Gading perlahan mengisi ruang kosong dalam narasi besar sejarah Nusantara. sumber foto: google

JAWA POS RADAR MAJAPAHIT – Di balik kemegahan Kerajaan Majapahit, terdapat tokoh-tokoh spiritual yang menjadi penopang kebijaksanaan dan kekuatan batin kerajaan.

Salah satu sosok yang mulai terungkap kembali jejaknya adalah Ki Ageng Resi Saloko Gading, seorang resi agung yang dipercaya sebagai penasihat di bidang tata negara dan pertahanan pada abad ke-14.

Petilasannya yang terletak di Desa Seduri, Mojosari, Mojokerto, kini menjadi situs bersejarah yang menyimpan kisah mistis dan spiritual.

Bangunan bata merah bergaya Majapahitan, lengkap dengan simbol Surya Majapahit dan tujuh sumur kuno.

Menjadikannya saksi bisu peran penting sang resi dalam menjaga keseimbangan kekuasaan dan kebatinan Majapahit.

Dari punden tua yang ditemukan secara ganjil hingga pengakuan resmi dari Dinas Purbakala, jejak Ki Ageng Saloko Gading perlahan mengisi ruang kosong dalam narasi besar sejarah Nusantara.

Petilasan Ki Ageng Resi Saloko Gading, Jejak Spiritual Sang Penasihat Majapahit

Di tengah hiruk-pikuk Mojosari, Mojokerto, berdiri sebuah situs bersejarah yang menyimpan jejak spiritual dari masa kejayaan Majapahit, Petilasan Ki Ageng Resi Saloko Gading.

Terletak di Desa Seduri, tempat ini bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol kebijaksanaan dan kekuatan batin yang pernah menopang salah satu kerajaan terbesar di Nusantara.

 

Baca Juga: Rumah Masyarakat Zaman Majapahit Gunakan Material Tumbuhan, Kayu, Tanah, hingga Batu

 

Misteri yang Terkuak Lewat Alam

Awalnya, petilasan ini tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan. Namun, sebuah angin besar yang menumbangkan pohon-pohon membuka jalan menuju punden tua yang diyakini sebagai makam Mbah Suko, tokoh pendiri Desa Seduri. Dari sinilah jejak Ki Ageng Resi Saloko Gading mulai terungkap.

Pada tahun 2017, warga bersama juru kunci membangun ulang situs tersebut dengan gaya arsitektur Majapahit, bata merah, relief Surya Majapahit, dan nuansa spiritual yang kental.

Nama “Seduri” sendiri dipercaya berasal dari kata “terakhir”, menandakan tempat berkumpulnya para resi agung sebelum moksa.

Penasihat Agung Kerajaan Majapahit

Dalam Kitab Pararaton, Ki Ageng Resi Saloko Gading disebut sebagai salah satu dari tujuh penasihat utama Majapahit.

Ia bertanggung jawab atas tata negara dan pertahanan kerajaan. Bersama enam resi lainnya, mereka menjadi pilar kebijaksanaan yang mendampingi raja dalam mengambil keputusan penting.

 

Para resi lainnya meliputi:

Warisan Spiritual dan Budaya

Kini, petilasan Ki Ageng Resi Saloko Gading menjadi tempat ziarah dan refleksi spiritual. Banyak peziarah datang untuk mencari ketenangan, berkontemplasi, atau sekadar mengenang kejayaan Majapahit yang tidak hanya ditopang oleh kekuatan militer, tetapi juga oleh kebijaksanaan para resi agung.

Petilasan Ki Ageng Resi Saloko Gading bukan hanya situs sejarah, tetapi juga jendela menuju kebijaksanaan masa lalu.

Di tengah arus modernisasi, tempat ini mengingatkan kita bahwa kekuatan sejati sebuah peradaban terletak pada keseimbangan antara kekuasaan dan kebijaksanaan spiritual.

 

Baca Juga: Bervariasi dari Atap hingga Kaki, Begini Riwayat Arsitektur Bangunan Era Majapahi

Melalui jejak para resi agung, kita belajar bahwa Majapahit tidak hanya besar karena wilayahnya, tetapi juga karena nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi oleh para pemimpinnya.

Semoga warisan ini terus hidup, menginspirasi generasi muda untuk mengenal, menjaga, dan menghormati akar budaya bangsa. (ANGELINA)

 

 

 

 

 

Editor : Martda Vadetya
#Ki Ageng Resi Saloko #kerajaaan majapahit #majapahit #petilasan #jejak spiritual #penasihat #warisan spiritual #Mojosari Mojokerto #seduri